pengawalkebijakan.id – Kalsel ,Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut – Gaya kepemimpinan yang cekatan dan merakyat dari Bupati Tanah Laut, H. Rahmad Trianto, kembali diuji dalam acara “Ngobrol Bareng Pak Bupati” di Kecamatan Kintap. Yang membuat gelaran silaturahmi kepemimpinan yang baru berjalan kurang lebih 8 bulan ini istimewa adalah adanya kolaborasi sinergis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan lembaga swadaya masyarakat. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran serta Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerinta dan Keadilan (LP.KPk) Komisi Cabang (KOMCAB) Tanah Laut yang diketuai oleh H. Iswandi, beserta seluruh anggotanya yang turut mengawal dan memastikan acara berjalan lancar hingga selesai.

Kehadiran aktif LP.KPK KOMCAB Tanah Laut dalam agenda ini bukan sekadar formalitas. Ini menunjukkan kedekatan emosional seorang pemimpin dengan organisasi masyarakat sipil, sekaligus mencerminkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan transparan, di mana kontrol sosial dari masyarakat diapresiasi dan diajak bersinergi.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk membangun pemerintahan yang terbuka. Kehadiran teman-teman dari LP.KPK adalah bukti bahwa kita ingin setiap kebijakan dan program bisa diawasi dan didukung bersama. Mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam menyuarakan dan mengawal aspirasi rakyat,” ujar Bupati Rahmad Trianto dalam sambutannya.
Duduk Bersama, Dengarkan Keluh Kesah, Cari Solusi Bersama
Acara yang digelar di Kantor Camat Kintap ini dihadiri secara meriah oleh Bapak Camat Kintap, seluruh jajaran instansi kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kintap. Suasana terasa cair dan penuh keakraban, mencerminkan semangat silaturahmi yang ingin dibangun Bupati.
Dalam dialog langsung itu, Bupati Trianto dengan penuh ketelitian menyimak setiap masukan dan keluhan yang disampaikan. Beberapa poin kritis yang mengemuka adalah:
1. Masukan Langsung untuk Pelayanan Publik
Isuakses jalan yang rusak dan menyulitkan mobilitas warga serta distribusi hasil bumi menjadi perhatian utama. Para tokoh masyarakat dan perwakilan petani menyampaikan betapa kondisi infrastruktur yang buruk menghambat pertumbuhan ekonomi desa. Selain itu, masalah pertanian seperti kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan pendidikan seperti kekurangan guru di daerah pelosok juga mengemuka.

Dengan didampingi kepala dinas terkait, Bupati Trianto langsung memberikan respons. “Untuk jalan, kami akan segera koordinasi dengan Dinas PU untuk melakukan assesment dan mempercepat perbaikan secara bertahap. Prioritas untuk jalan yang paling parah dan vital bagi perekonomian warga,” janjinya. Tanggapan cepat dan spesifik ini diapresiasi oleh para hadirin.

2. Bantuan Bedah Rumah: Wujud Kepedulian Nyata
Sebagai bukti perhatian yang tidak hanya sebatas wacana,Bupati Trianto secara simbolis menyerahkan bantuan bedah rumah untuk keluarga kurang mampu di Kecamatan Kintap. Bantuan ini menjadi secercah harapan bagi penerimanya untuk dapat tinggal di rumah yang layak dan manusiawi.
3. Tanya Jawab dan Strategi Pengelolaan CSR
Sesi tanya jawab berfokus pada aspek sosial dan pemberdayaan.Bupati dengan visioner mengarahkan pembicaraan pada optimalisasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan yang beroperasi di Kintap.
“Kami akan menjadi fasilitator yang aktif.Dana CSR tidak boleh lagi menguap atau tidak tepat sasaran. Melalui koordinasi dengan SKPD dan pengawasan masyarakat, dana tersebut harus dialirkan untuk program yang benar-benar dibutuhkan, seperti beasiswa, pelatihan UMKM, dan perbaikan infrastruktur desa,” tegas Trianto. Pendekatan strategis ini disambut positif, mengingat Kintap adalah kawasan dengan potensi CSR yang sangat besar.
4. Meninjau RSUD Kiyai H. Mansur: Merawat Kebanggaan Daerah Perbatasan
Usai dialog, Bupati beserta rombongan dan perwakilan anggota LP.KPK meninjau RSUD Kiyai H. Mansur Kintap. Rumah sakit yang terletak di ujung Kabupaten Tanah Laut dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanah Bumbu ini merupakan kebanggaan warga. Bupati meninjau pelayanan, fasilitas, dan membahas rencana penambahan bangunan.
“RSUD ini adalah aset strategis. Komitmen kami untuk terus mendukung pengembangannya mutlak, agar warga Kintap dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh berobat. Apresiasi setinggi-tingginya untuk para nakes yang bertugas di sini,” ucap Bupati.
Peran Vital LP.KPK KOMCAB Tanah Laut dalam Mengawal Demokrasi Substansial
Kehadiran H. Iswandi dan kader-kader LP.KPK KOMCAB Tanah Laut memberikan nuansa berbeda dalam acara ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi aktif memastikan alur dialog berjalan lancar, aspirasi tersampaikan dengan jelas, dan komitmen-komitmen yang diucapkan dapat ditindaklanjuti.
“Kami dari LP.KPK hadir untuk memastikan bahwa ruang dialog seperti ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang nyata bagi warga. Kami akan terus mengawal komitmen Pak Bupati dan jajaran, khususnya untuk program-program prioritas di Kintap, seperti perbaikan jalan dan pengelolaan CSR. Ini adalah bagian dari pengabdian kami untuk mengawal kedaulatan rakyat,” jelas H. Iswandi.
Kedekatan emosional antara Bupati Rahmad Trianto dengan lembaga swadaya masyarakat seperti LP.KPK ini menunjukkan pola kepemimpinan yang partisipatif. Seorang pemimpin tidak merasa “diganggu” oleh kehadiran LSM, melainkan menjadikannya sebagai mitra kritis yang membangun.
“Setelah semua acara selesei pak Bupati bersama staf dan beberapa instansi terkait langsung tandang kekediaman ketua LP.KPK komcab Tanah Laut H, iswandi untuk bebincang bincang sekaligus makan siang, harapan seperti ini semoga bisa terjalin baik sampai kapanpun antara warga, LP.KPK. dan pemangku wilayah ” ungkap H iswandi
Menutup kunjungannya, Bupati Trianto kembali menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan di Kintap. Sebagai wilayah pertambangan dan perkebunan, kemakmuran harus dirasakan oleh masyarakat lokal.
“Kami akan maksimalkan program pemerintah dan penguatan UMKM melalui Koperasi Merah Putih di setiap desa. Koperasi ini akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Kami akan berikan pendampingan, akses permodalan, dan yang terpenting, akses pasar. Hasil bumi dan produk UMKM dari Kintap harus memiliki nilai tambah yang tinggi,” pesan Bupati.
Acara “Ngobrol Bareng Pak Bupati” di Kintap bukan sekadar seremonial belaka. Ia telah menjadi contoh nyata dari tata kelola pemerintahan yang baik, di mana pemerintah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan LSM untuk terlibat aktif.
Kolaborasi segitiga antara Pemkab (Bupati dan SKPD), LSM (LP.KPK), dan Masyarakat (Tokoh Masyarakat, Agama, dan Kepala Desa) ini adalah formula yang powerful untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan yang inklusif. Dalam kepemimpinan Bupati H. Rahmad Trianto yang baru 8 bulan, langkah-langkah konkrit dan pendekatan kolaboratif seperti ini memberikan optimisme baru bagi warga Tanah Laut, bahwa pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil bukanlah sebuah mimpi
