20 Mei 2026
20260519_163430
Spread the love

Terungkap! Pembuang Bayi di Sawiji Jombang Ternyata Siswi SMP, Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

 

pengawalkebijakan.id, JOMBANG – Kasus penemuan bayi perempuan di teras rumah warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Pelakunya diketahui seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial ER yang masih duduk di bangku kelas 3.

 

Selain ER, polisi juga memeriksa pacarnya berinisial S yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Keduanya diduga terlibat dalam proses persalinan hingga pembuangan bayi malang tersebut.

Baca juga: Hera Dharmawan,S.IP Ketua LP.K-P-K Jawa Barat Optimis Rereongan Sapoe Sarebu Dedi Mulyad, Kami Siap Mengawal!

Kapolsek Jogoroto, AKP M Djulan, mengungkapkan bahwa bayi perempuan itu dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis di wilayah Kecamatan Sumobito, Jombang.

 

“Bayi dilahirkan sendiri oleh pasangan tersebut di wilayah Sumobito, kemudian dibawa dan ditinggalkan di wilayah Jogoroto hingga ditemukan warga,” ujar AKP M Djulan, Kamis (21/5/2026).

 

Ditemukan Warga dalam Kondisi Masih Hidup

 

Sebelum terungkapnya pelaku, penemuan bayi tersebut sempat menggegerkan warga Sawiji. Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Kasdolah, warga Dusun Beji, pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

 

Saat itu, Kasdolah mendengar suara tangisan dari teras rumahnya di tengah malam. Saat diperiksa, ia mendapati seorang bayi perempuan terbaring di lantai teras dalam keadaan terbungkus kain putih. Kondisinya masih hidup namun tampak sangat lemah, dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel.

 

Warga yang kaget langsung melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian. Petugas pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku.

 

Pelaku Datangi Puskesmas Setelah Bayinya Ditemukan

 

Hasil penyelidikan polisi mengarah pada ER, siswi asal Kecamatan Sumobito. Setelah mengetahui bayinya dirawat di Puskesmas Mayangan, ER disebut sempat mendatangi lokasi sebelum akhirnya ikut berada di puskesmas.

 

“Saat ini ibu bayi sudah berada di Puskesmas Mayangan,” kata AKP M Djulan.

 

Sementara itu, kondisi bayi perempuan tersebut kini dilaporkan sehat setelah menjalani perawatan medis intensif.

 

Keluarga Tak Tahu Sang Anak Hamil

 

Polisi masih terus mendalami motif di balik aksi nekat pasangan remaja tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, kehamilan ER ternyata tidak diketahui oleh pihak keluarga maupun lingkungan sekitar.

 

“Informasinya sehari-hari yang bersangkutan sekolah dari pagi sampai sore, kemudian lanjut mengaji. Selama hamil tidak diketahui keluarga,” terang AKP M Djulan.

 

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ER dan S sebelum menentukan langkah hukum yang akan diambil. Kasus ini menjadi perhatian serius aparat mengingat kedua pelaku masih di bawah umur.

Redaksi : pengawakebijakan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *