28 Juli 2026
20260728_132342
Spread the love

Inspirasi dari Mamuju, Daeng Sani (73) Bukti Budidaya Ikan Bisa Jadi Model Percontohan Pengelolaan Perikanan Daerah

pengawalkebijakan.id,  Mamuju – Kisah inspiratif datang dari Lingkungan Galung Lemo, Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Seorang pembudidaya ikan lanjut usia, Bapak Daeng Sani (73 tahun), berhasil menarik perhatian publik setelah sukses membuktikan bahwa sektor perikanan budidaya dapat menjadi sumber ekonomi yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan tekun dan berkelanjutan.

Sejak memulai usaha budidaya ikan pada tahun 2008, Daeng Sani secara konsisten mengembangkan berbagai jenis ikan air tawar. Hingga tahun 2026, hasil kerja kerasnya menunjukkan capaian luar biasa. Dalam satu siklus panen di kolam budidayanya, proses panen bahkan berlangsung hingga tiga hari berturut-turut dan masih belum sepenuhnya selesai.

Baca juga:

LP.K-P-K Bolmut – SULUT Desak Tindak Tegas Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Boroko

Dari hasil sementara, total produksi ikan diperkirakan telah mencapai sekitar 4 ton. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi ikan patin sebagai dominan, disusul ikan bawal dan ikan mujair. Yang menjadi perhatian khusus, beberapa ikan patin hasil budidaya tersebut tumbuh dengan ukuran tidak biasa, bahkan mencapai berat sekitar 40 kilogram per ekor.

PengawalKebijakan.id menilai capaian ini bukan sekadar keberhasilan individu, melainkan potensi besar yang dapat dijadikan rujukan kebijakan daerah, khususnya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Model budidaya yang diterapkan Daeng Sani dinilai layak untuk dikaji lebih lanjut sebagai lokasi percontohan (pilot project) pengelolaan sumber daya ikan berbasis masyarakat.

Baca juga;RAKERNAS Dan Seminar Hukum Nasional LP.K-P-K 2025 Memperkuat Peran ORMAS/LSM Menuju Indonesia Emas

Pendekatan budidaya yang mengedepankan ketekunan, manajemen kolam yang sederhana namun efektif, serta keberlanjutan produksi, menjadi nilai penting yang dapat direplikasi oleh masyarakat pembudidaya lainnya. Dengan pendampingan teknis dari dinas terkait, metode seperti ini berpotensi meningkatkan produktivitas perikanan daerah secara signifikan.

Kisah Daeng Sani juga menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor pangan, khususnya perikanan. Justru pengalaman dan konsistensi menjadi modal utama dalam menciptakan hasil yang berkelanjutan.

PengawalKebijakan.id mendorong agar pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga melakukan dokumentasi, pendampingan, serta pengembangan program berbasis praktik baik seperti yang telah dicontohkan oleh Daeng Sani.

Dengan demikian, keberhasilan ini tidak berhenti sebagai kisah inspiratif semata, melainkan dapat berkembang menjadi model nyata pengelolaan sumber daya ikan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.

Sumber: LP.K-P.K Provinsi Sulawesi Barat – Eliasib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *