18 September 2026
20260918_072557
Spread the love

pengawalkebijakan.id, JOMBANG, 17 September 2026 — SMAN Kesamben, Kabupaten Jombang, melakukan sebuah terobosan dalam pengawasan dan komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa. Pada Kamis, 17 September 2026, pihak sekolah melakukan sosialisasi pemanfaatan aplikasi yang terintegrasi dengan layanan Telegram untuk mendukung penyampaian informasi kepada wali murid.

Program tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya sekolah membangun sistem komunikasi yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.

 Baca juga:Sinergi Kuat! LP.K-P-K Dengan Bupati Gorut Dan Wabub Boalemo

Salah satu fokusnya adalah penyampaian informasi mengenai kehadiran siswa sehingga orang tua dapat memperoleh informasi tanpa harus selalu datang langsung ke sekolah.

 

Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri wali murid, pihak sekolah menjelaskan mekanisme pendaftaran nomor telepon orang tua dan pengaitan data siswa pada sistem aplikasi. Dengan integrasi tersebut, informasi tertentu yang berkaitan dengan aktivitas kehadiran siswa dapat diteruskan kepada wali murid melalui perangkat telepon yang telah didaftarkan.

 Baca juga;LP.K-P-K Bolmut – SULUT Desak Tindak Tegas Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Boroko

Secara teknis, Telegram Gateway merupakan layanan resmi Telegram yang menyediakan API untuk mengirim pesan otomatis, terutama kode verifikasi, kepada pengguna yang telah mendaftarkan nomor teleponnya di Telegram. Telegram menyebut layanan tersebut sebagai alternatif pengiriman kode melalui SMS dan menyediakan mekanisme pelacakan status pengiriman.

 

Sementara dalam penerapannya di lingkungan sekolah, sistem pemantauan kehadiran tetap membutuhkan aplikasi atau sistem absensi yang terhubung dengan layanan komunikasi tersebut. Artinya, data masuk dan pulang siswa berasal dari sistem sekolah, kemudian informasi yang memang ditujukan kepada wali murid dapat disampaikan melalui kanal digital yang telah disiapkan.

 

Ketua Komite Sekolah menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pihak sekolah. Dukungan orang tua dan seluruh pihak yang terlibat juga diperlukan agar sistem dapat berjalan secara maksimal.

 

“Program yang baik membutuhkan dukungan yang baik pula. Karena itu kami berharap wali murid dapat ikut mendukung dan menggunakan sistem ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi.

 

Menurut pihak sekolah, salah satu tujuan utama penerapan sistem digital tersebut adalah memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga. Selama ini, informasi mengenai kehadiran siswa terkadang baru diketahui orang tua setelah muncul persoalan.

 

Dengan adanya sistem informasi yang lebih cepat, sekolah berharap komunikasi dapat dilakukan sejak awal apabila terdapat ketidaksesuaian antara data kehadiran siswa dan informasi yang diterima orang tua.

Kepala SMAN Kesamben, Witin, menjelaskan bahwa program tersebut diharapkan dapat membantu sekolah maupun wali murid dalam menjalankan fungsi pengawasan pendidikan.

 

“Semoga program ini bisa terlaksana sebagaimana mestinya. Kami berharap teknologi ini dapat membantu sekolah dan wali murid dalam melakukan pengawasan sehingga komunikasi antara kedua pihak semakin baik,” terang Witin kepada awak media.

 

Ia menambahkan, sekolah tidak ingin terjadi saling menyalahkan ketika muncul persoalan mengenai kehadiran siswa. Melalui sistem informasi yang lebih terbuka, sekolah dan orang tua dapat memiliki dasar informasi yang sama untuk melakukan komunikasi dan mencari solusi.

 

Salah satu persoalan yang ingin diminimalkan adalah ketika seorang siswa menyampaikan kepada orang tua bahwa dirinya telah berangkat ke sekolah, sementara ternyata tidak mengikuti kegiatan belajar. Dengan sistem absensi yang terintegrasi dan pemberitahuan kepada wali murid, informasi mengenai kehadiran dapat diketahui lebih cepat.

 

Meski demikian, pihak sekolah tetap perlu memastikan bahwa mekanisme pencatatan kehadiran berjalan akurat. Sistem digital akan efektif apabila data absensi yang dimasukkan oleh sekolah benar dan prosedur penggunaannya dipahami oleh seluruh pihak.

 

Bagi wali murid, kehadiran teknologi tersebut mendapat sambutan positif. Sejumlah orang tua yang mengikuti proses pendaftaran nomor telepon ke dalam sistem mengaku merasa lebih tenang karena mendapatkan sarana komunikasi tambahan untuk mengetahui aktivitas sekolah putra-putrinya.

 

Mereka berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar dapat diterapkan secara konsisten serta mudah digunakan oleh seluruh wali murid.

 

Penerapan teknologi di lingkungan pendidikan juga menuntut perhatian terhadap keamanan data pribadi. Nomor telepon, identitas siswa, serta informasi kehadiran merupakan data yang perlu dikelola secara hati-hati. Telegram sendiri mensyaratkan bahwa nomor pengguna yang digunakan oleh layanan Gateway harus diberikan secara sukarela untuk menerima pesan.

 

Karena itu, pihak sekolah diharapkan memiliki aturan yang jelas mengenai siapa yang dapat mengakses data, bagaimana data digunakan, serta bagaimana perlindungan informasi siswa dan wali murid dilakukan.

 

Dengan adanya inovasi tersebut, SMAN Kesamben berharap hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua semakin terbuka. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membangun tanggung jawab bersama dalam mendukung proses pendidikan.

 

“Harapan kami SMAN Kesamben semakin maju, semakin banyak prestasi yang diraih, dan dapat membanggakan orang tua serta masyarakat,” tambah Kepala Sekolah.

Program tersebut menjadi salah satu langkah SMAN Kesamben dalam menyesuaikan pengelolaan pendidikan dengan perkembangan teknologi digital. Jika dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, sistem komunikasi digital dapat menjadi sarana pendukung bagi sekolah dan keluarga dalam memantau proses pendidikan siswa.

 

Redaksi:pengawakebijaka.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *