Camat Kesamben Yanuar Tancap Gas: Gandeng Perusahaan, Dorong CSR dan UMKM untuk Dongkrak Kemajuan Wilayah
pengawalkebijakan.id, JOMBANG, 14 September 2026 — Langkah awal Camat Kesamben, Kabupaten Jombang, Yanuar, mendapat perhatian. Baru menjalankan kepemimpinan di wilayah Kesamben, ia mulai membangun komunikasi dengan dunia usaha untuk mendorong berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Yanuar adalah bagaimana dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kesamben dapat diarahkan dan dikelola secara baik sesuai ketentuan serta kebutuhan masyarakat.
Baca juga:Sinergi Kuat! LP.K-P-K Dengan Bupati Gorut Dan Wabub Boalemo
Untuk membuka ruang kolaborasi tersebut, Yanuar melakukan silaturahmi ke sejumlah perusahaan. Di antaranya PT Mozaik Mandiri Metalindo dan PT Kimia Farma Watudakon.
Dalam kunjungan tersebut, Yanuar didampingi Wakil Ketua Umum LPKPK, Joko Santoso, bersama sejumlah staf.
Pertemuan dengan pihak perusahaan berlangsung dalam suasana yang baik. Gagasan Camat Kesamben mengenai kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan dunia usaha, khususnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan UMKM, mendapat respons positif dari pihak perusahaan.
Baca juga:RAKERNAS Dan Seminar Hukum Nasional LP.K-P-K 2025 Memperkuat Peran ORMAS/LSM Menuju Indonesia Emas
Direktur PT Mozaik Mandiri Metalindo, Abah Ud, disebut menerima dengan baik gagasan yang disampaikan Zanuar. Sementara pihak PT Kimia Farma Watudakon juga menyatakan dukungan terhadap rencana program yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kesamben.
CSR Jangan Sekadar Program, Harus Berikan Manfaat
Yanuar melihat potensi perusahaan di wilayah Kesamben sebagai salah satu kekuatan yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan.
Menurutnya, CSR harus diarahkan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah UMKM.
Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, pemasaran, pengembangan jaringan usaha dan bentuk dukungan lainnya, UMKM di Kesamben diharapkan dapat tumbuh lebih kuat.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya Yanuar membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih terarah.
Seluruh Perusahaan Akan Diajak Duduk Bersama
Yanuar tidak ingin komunikasi hanya dilakukan dengan satu atau dua perusahaan. Dalam waktu dekat, seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kesamben direncanakan akan diundang untuk bersama-sama membicarakan potensi kerja sama.
Pemerintah kecamatan ingin membuka ruang komunikasi antara perusahaan, pemerintah, pelaku UMKM dan masyarakat.
“Dalam waktu dekat semua perusahaan yang ada di wilayah Kesamben akan kita undang. Kita ajak berkolaborasi demi memajukan Kecamatan Kesamben,” ungkap Yanuar.
Menurutnya, jika komunikasi antarpihak terbangun dengan baik, berbagai potensi yang ada di Kesamben dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Pengusaha Kesamben Bakal Dibentuk Paguyuban
Selain menggandeng perusahaan, Yanuar juga menggagas pembentukan paguyuban pengusaha di wilayah Kecamatan Kesamben.
Paguyuban tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah komunikasi bagi para pengusaha untuk bertukar informasi, membangun jaringan, membuka peluang kerja sama, serta bersama-sama mengembangkan potensi ekonomi wilayah.
Bagi Yanuar, keberadaan paguyuban bukan sekadar tempat berkumpulnya pengusaha. Lebih jauh, wadah tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal.
“Tujuan utamanya bagaimana caranya Kesamben biar ada nilai jual yang lebih,” ungkapnya.
Target 100 Hari: Kesamben Harus Bergerak
Yanuar juga menyampaikan cita-cita yang ingin diwujudkannya selama memimpin Kecamatan Kesamben.
Salah satu target awalnya adalah bagaimana dalam 100 hari masa kerja sudah terlihat langkah nyata untuk membawa Kesamben bergerak lebih cepat dan tidak tertinggal.
Ia ingin kemajuan Kesamben tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sektor ekonomi, UMKM, dunia usaha, pelayanan masyarakat dan potensi lain yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, Kesamben memiliki banyak potensi. Namun potensi tersebut membutuhkan pengelolaan, komunikasi dan kerja sama yang baik agar dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar.
“Masih banyak program yang akan kita siapkan. Cuma kita laksanakan satu persatu agar terlihat hasilnya,” tegas Yanuar.
Tetap Koordinasi dengan Pimpinan
Meski memiliki berbagai gagasan dan target, Yanuar menegaskan bahwa setiap program tetap akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pimpinan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh arahan dan pertimbangan sehingga setiap program yang akan dijalankan dapat berjalan sesuai aturan, kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat.
Baginya, keberanian membuat terobosan harus tetap diiringi dengan koordinasi serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Silaturahmi dengan perusahaan menjadi salah satu langkah awal untuk membangun fondasi kolaborasi tersebut.
Dengan adanya komunikasi antara pemerintah kecamatan dan dunia usaha, Yanuar berharap program CSR dapat lebih tepat sasaran, UMKM semakin berkembang, pengusaha semakin terorganisasi, dan potensi ekonomi Kesamben semakin dikenal.
Cita-cita menjadikan Kesamben lebih maju tentu tidak dapat dilakukan pemerintah kecamatan seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan perusahaan, pengusaha, UMKM, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Kini, langkah awal telah dimulai. Tantangannya adalah bagaimana gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang terukur dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kesamben.
Redaksi; pengawalkebijakan.id
