20 Agustus 2026
20260820_122516
Spread the love

Viral! Juara Lomba Lari 10 Km di NTB Hanya Dapat 3 Gelas, Orang Tua Murka dan Datangi Kantor Camat

pengawalkebijakan.id, NTB – Sebuah kejadian memalukan terjadi di Kecamatan Kilo, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Seorang peserta lomba lari 10 kilometer yang berhasil keluar sebagai juara pertama hanya mendapatkan hadiah berupa 3 buah gelas kaca. Hal ini memicu kemarahan orang tua peserta yang kemudian mendatangi Kantor Camat Kilo, Selasa (18/8/2026).

Hadiah Tak Sesuai Harapan

Perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti oleh puluhan peserta. Para pelari berlaga di bawah terik matahari menempuh jarak 10 kilometer. Namun, euforia kemenangan harus sirna saat pemenang hanya menerima 3 gelas kaca sebagai bentuk apresiasi.

Baca juga:RAKERNAS Dan Seminar Hukum Nasional LP.K-P-K 2025 Memperkuat Peran ORMAS/LSM Menuju Indonesia Emas

Orang tua dari peserta juara pertama tidak dapat menahan kekecewaannya. Ia mendatangi Kantor Camat Kilo dan meluapkan amarahnya.

“Anak saya sudah berjuang keras berlari 10 kilometer di bawah terik matahari, tetapi hanya dihargai dengan 3 gelas kaca. Ini benar-benar penghinaan!” ujar orang tua peserta dengan nada kesal.

Anggaran Rp 2 Juta untuk Hadiah Uang Tunai

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Kecamatan Kilo sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 juta khusus untuk hadiah uang tunai bagi para pemenang lomba lari.

Rincian hadiah yang seharusnya diberikan adalah sebagai berikut:

Kategori Putra (10 km):

· Juara 1: Rp 600.000
· Juara 2: Rp 400.000
· Juara 3: Rp 300.000

Kategori Putri (5 km):

· Juara 1: Rp 600.000
· Juara 2: Rp 400.000
· Juara 3: Rp 200.000

Miskomunikasi Antar Panitia

Pihak Kecamatan Kilo melalui juru bicaranya menjelaskan bahwa ketidaksesuaian hadiah ini terjadi akibat miskomunikasi antar panitia. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk hadiah lomba lari dialihkan untuk membeli hadiah di cabang perlombaan perayaan lainnya.

Baca juga:LP.K-P-K Bolmut – SULUT Desak Tindak Tegas Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Boroko

“Kami mengakui bahwa telah terjadi kesalahan koordinasi internal. Uang yang sudah dialokasikan untuk hadiah lomba lari terlanjur digunakan untuk keperluan hadiah lomba lain. Kami mohon maaf atas kejadian ini,” ungkap perwakilan panitia.

Camat Turun Tangan, Gunakan Uang Pribadi

Untuk menjaga nama baik instansi dan menyelesaikan konflik yang memanas, Camat Kilo mengambil langkah cepat. Ia memutuskan untuk menggunakan uang pribadinya guna membayar penuh seluruh hadiah uang tunai yang menjadi hak para pemenang lomba lari.

“Kami tidak ingin perayaan HUT RI yang seharusnya menjadi momen kegembiraan ternodai oleh masalah ini. Saya secara pribadi akan menanggung seluruh hadiah uang tunai yang menjadi hak para juara. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas kesalahan yang terjadi,” ujar Camat Kilo.

Langkah Camat tersebut disambut lega oleh orang tua peserta dan para pemenang lainnya. Meskipun demikian, kejadian ini menjadi sorotan dan viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan ketidakprofesionalan panitia dalam mengelola anggaran perlombaan.

Kecamatan Kilo berjanji akan mengevaluasi sistem koordinasi panitia agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *