15 Agustus 2026
20260813_040451
Spread the love

Viral Siswa Merokok di Kelas Saat Guru Mengajar, Sorotan pada Hilangnya Rasa Hormat di Ruang Belajar

 

pengawalkebijakan.id– Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang siswa duduk santai sambil merokok di dalam ruang kelas saat guru tengah mengajar, viral di media sosial. Insiden ini langsung menuai kecaman dan menjadi perbincangan hangat publik, menyulut kembali diskusi tentang krisis rasa hormat di lingkungan pendidikan.

Baca juga;LP.K-P-K Bolmut – SULUT Desak Tindak Tegas Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Boroko

Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak siswa tersebut tidak sedang mengikuti pelajaran, melainkan asyik dengan ponselnya sembari mengepulkan asap rokok di tengah suasana kelas yang semestinya menjadi tempat menimba ilmu. Pemandangan itu dinilai sebagai “tamparan” terhadap nilai-nilai moral dan rasa hormat yang seharusnya dijunjung tinggi di dunia pendidikan.

 

Guru: Antara Kelelahan dan Ketegaran

 

Di balik layar ponsel yang merekam kehebohan itu, ada sosok guru yang tergambar jelas dalam video. Meskipun muridnya terang-terangan melanggar aturan dan menunjukkan sikap tidak sopan, guru tersebut terlihat berusaha tetap tenang melanjutkan tugasnya mengajar.

Baca juga:RAKERNAS Dan Seminar Hukum Nasional LP.K-P-K 2025 Memperkuat Peran ORMAS/LSM Menuju Indonesia Emas

Pengamat pendidikan menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran tata tertib biasa. Merokok di depan guru yang sedang mengajar adalah simbol hilangnya batas moral dan “penghargaan” terhadap profesi pendidik. Seorang guru bukan hanya pengajar materi pelajaran, tetapi juga penjaga jiwa dan pembentuk karakter yang kerap harus menelan kekecewaan demi melihat murid-muridnya tumbuh menjadi pribadi yang benar.

 

Dilema Pendidik dan Peran Orang Tua

 

Kasus ini menyoroti sisi lain yang tak kalah penting, yaitu posisi guru yang kini berada dalam situasi serba salah. Di satu sisi, mereka memiliki tanggung jawab untuk menegakkan disiplin. Di sisi lain, banyak laporan menyebutkan bahwa ketika guru menegur atau memberi hukuman atas kesalahan murid, tidak sedikit orang tua yang justru tidak terima dan melapor ke pihak sekolah. Akibatnya, guru kerap sulit mengambil sikap tegas demi kebaikan murid itu sendiri.

 

Merespons fenomena tersebut, para pemerhati pendidikan menyerukan pentingnya peran bijak orang tua. Selain guru di sekolah, pengawasan dan pendidikan karakter dari rumah adalah fondasi utama. Orang tua tidak semestinya membela anak secara buta ketika anak terbukti bersalah. Kolaborasi antara orang tua dan guru sangat dibutuhkan agar proses pendidikan bisa berjalan sesuai porsinya dan demi masa depan anak-anak bangsa.

 

Renungan untuk Generasi Muda

 

Sebagai penutup, insiden yang menyebar luas ini menjadi pengingat bagi generasi muda. Di setiap kerutan wajah guru, tersimpan doa dan harapan agar anak didiknya kelak menjadi orang yang berguna. Melukai hati guru dengan kepulan asap dan perilaku tidak hormat merupakan tindakan yang sia-sia. Hargailah mereka selagi masih ada kesempatan, karena jasanya akan selalu dikenang sepanjang masa.

Sumber redaksi media sosial

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *