WAKIL BUPATI MUKOMUKO MENGHADIRI LANGSUNG PELEPASAN PENYU DITAMAN WISATA ALAM AIR HITAM,DALAM MEMPERINGATI HARI PENYU SEDUNIA

IMG 20210524 WA0005

Mukomuko,Pengawalkebijakan.id-  Guna mendukung Pelestarian ekosistem laut dalam rangka memperingati hari penyu sedunia, Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko, Wasri menghadiri pelepasan Penyu di Taman Wisata Alam Air Hitam di desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh pada minggu (23/5).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mukomuko, Wasri melepaskan Penyu kurang lebih 206 ekor (Dua ratus enam), sedangkan jenis spesies penyu yang dilepas liarkan adalah jenis belimbing dan penyu lekang.

IMG 20210524 WA0003

Seperti kita ketahui jenis penyu belimbing yang memiliki tubuh besar. Penyu belimbing memiliki panjang tubuh 180 cm dan berat sekitar 500 kg. Memiliki warna hitam dengan bintik  putih di sekujur tubuhnya, seperti dengan namanya penyu ini memiliki cangkang seperti belimbing. Sahabat bisa menemukan penyu belimbing ini di Indonesia bagian timur seperti Maluku ataupun Irian Jaya.

Sedangkan Penyu Lekang atau biasa dikenal dengan penyu belimbing pasifik ini memiliki panjang tubuh 60 hingga 70 cm dengan berat mencapai 50 kg. Sekilas penyu ini mirip dengan penyu hijau, namun bentuk kepalanya yang lebih besar.

Penyu lekang termasuk kedalam hewan herbivora, karena biasanya konsumsi invertebrata, ubur – ubur, , urochordata, kerang – kerangan, landak laut, keong, udang, kepiting ataupun cacing. Sahabat dapat menemukan penyu lekang ini di perairan hangat seperti Bali, India ataupun Meksiko.

Bahkan dari tujuh spesies penyu, enam di antaranya dapat ditemui di kawasan pantai maupun pesisir Indonesia. Keenam spesies penyu tersebut adalah, penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, penyu tempayan, penyu belimbing, dan penyu pipih.

Namun data International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan, enam spesies penyu tersebut kini dalam kategori rentan, terancam punah, hingga sangat terancam punah. Penangkapan penyu, perdagangan cangkang dan telur penyu, adalah beberapa penyebab terancamnya satwa ini.

Di samping itu, pembangunan yang tidak terkendali juga menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi maupun kegiatan manusia.

Turut hadir didalam acara ini adalah BKSD Provonsi Bengkulu dan  Kabupaten Mukomuko, Camat, Kades Sinar Laut berserta perangkat, Kapolres dan tamu Undangan.

Jurnalism : (SN)