Terjadi Lagi, Dugaan Pungli di OPD Kepahiang

Pengawal Kebijakan.Id – Gempar, dugaan Pungutan liar (Pungli) kembali terjadi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepahiang. Kali ini terjadi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang.

foto WT 1 2
KASUBAG KEUANGAN (WT)

Pasalnya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepahiang hari ini melakukan pencairan TPP dan THR yang nilainya tidak sama dan ada beberapa orang ASN tidak dipotong yang dilakukan oleh Kasubag Kepegawaian berinisial YK dan Kasubag Keuangan berinisial WT.

Parahnya lagi, pemotongan ini tanpa ada musyawarah atau persetujuan dari pegawai. Sebanyak 14 ASN dan 5 honorer, dipotong sebanyak 12 orang ASN adapun potongan yang diambil dengan rincian antara lain.

Safarudin selaku Kabid Arsip Rp. 540.000, Ardiansyah Rp.175.000, Kurniawan Supajri Rp.154.400, Lidia Rolita Rp. 95.500, Epi Hartini Rp. 2017.000, Dyah Endar Sari Rp. 212.000, Meli susanti Rp.150.000, dan yang lainnya belum diperincikan berapa potongannya. Kenaikan gaji 50 merata namun tetap bervariasi.

Menurut Safarudin, mereka belum menyadari isi amplop bagian gaji mereka berkurang, setelah melihat slip gaji ternyata tidak ada yang sesuai dengan jumlah yang mereka terima.

Dugaan pungli ini berdasarkan informasi bahwa di dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah terjadi pemotongan gaji. Menariknya, saat dikonfirmasi Kasubag Keuangan, WT langsung berguling-guling di lantai.

“Maaf woi, ini murni kesalahan aku dan tidak ada yang memerintahkan serta uang ini belum aku pakai,” katanya. (29/5/2019).

Selanjutnya, sikap arogan sang Kasubag Keuangan ini tidak mau memperlihatkan slip gaji ke pegawai yang telah dipotong tersebut. Sehingga terjadi tarik menarik kertas slip gaji dan rincian tanda tangan yang merasa gajinya dipotong.

Saat awak media ini kembali mempertanyakan kepada WT terkait dasar pemotongan gaji yang dilakukannya. Malah ia berlalu dan pergi meninggalkan awak media dan langsung menuju ke kendaraan miliknya. Namun tanpa disadarinya dengan rasa cemas saat mengengendarai mobilnya ternyata menyenggol motor milik wartawan.

Tidak hanya itu, atas ulahnya ini, WT akan dilaporkan oleh ASN yang merasa dirugikan ke Polres Kepahiang. (RD/ANCA)