Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang PT Arutmin Kejalan, Membuat warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021

Kab Tanah Laut, Pengawal Kebijakan – Masyarakat Desa Bukit Mulia Resah akibat akses jalan milik Desa telah limpas air bekas  lubang  tambang PT Arutmin Site Kintap 19/12/2021

Baca juga : KETUA TIMSUS LP.K-P-K SULUT TELAH MENARIK PENDAMPINGAN TERHADAP LAPORAN ANWAR MOODUTO

Luapan air dari bekas Lumbang tambang ke jalan Desa Bukit Mulia  tersebut mengakibatkan jalan akses masyarakat untuk mencari rezeki  terganggu.

Kejadian ini bermula sejak satu Minggu  yang lalu, akibat curah hujan beberapa hari ini mengakibatkan bekas lubang tambang  tahun 2015 milik  PT Arutmin  ini meluap. Tidak terlalu jauh jarak bekas lubang tambang ini  dengan pemukiman penduduk Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Tanah Laut.

Foto 1 - Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang PT Arutmin Kejalan, Membuat warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021
Foto 1 – Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang Pt Arutmin Kejalan, Membuat Warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021

Satu-satunya jalan ini yang telah di gunakan masyarakat untuk mencari Rejeki, pantauan dilapangan memang benar jalan ini sangat di manfaatkan oleh warga stempat, selain warga stempat jalan ini juga di manfaatkan para kariawan PT Smart serta dimamfaatkan oleh para pekerja tambang lainnya untuk membantu melancarkan kegiatanya di sekitar wilayah Desa Bukit Mulia blok C.

Menurut keterangan Perwakilan warga yang di temui di lokasi kejadian pak Sadiman beliau mengatan, bahwa jalan ini adalah akses ekonomi, bila hujan jalan ini sangat licin namun karena tuntutan ekonomi, cari nafkah terpaksa mau ngak mau tetap kami melewatinya, bahkan  ada beberapa warga yang melewati jalan ini  mengalami cedera,  bekas lubang tambang ini milik PT Arutmin Site Kintap dan Kontraktornya adalah PT Pama.

Foto 2 - Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang PT Arutmin Kejalan, Membuat warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021
Foto 2 – Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang Pt Arutmin Kejalan, Membuat Warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021

Warga yang lain menambahkan bawah Arutmin sering datang melihat kelokasi kejadian  ini namun saling lempar tanggung jawab, karena ada penambang yang baru  di dekat bekas lubang ini. Harapan masyarakat jika ada penambang yang lain di daerah ini minimal mereka punya saluran  pembungan air sendiri dan warga sangat berharap agar semua pihak  terkait untuk segera memperbaiki jalan ini .Ujarnya.

Kepala Desa Bukit Mulia bapak Suparno telah di komfirmasi di lokasi kejadian, beliau mengatakan. Kemarin kami sudah pertemuan oleh pihak PT Arutmin, PT SSDK, Pihak H Amar, mereka ada  sepakat mau membikin paret tapi baru sekali dilaksanakan itupun sebentar saja.

Foto 3 - Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang PT Arutmin Kejalan, Membuat warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021
Foto 3 – Meluapnya Air Bekas Lubang Tambang Pt Arutmin Kejalan, Membuat Warga Desa Bukit Mulia Resah, 2021

Tapi belum ada tindak lanjutnya ahirnya kami panggil pihak perwakilan dari Bapak H Amar di kantor Desa. Menurut keterangannya, kami sudah koordinasi dengan PT SSDK,  dari PT SSDK akan mengirim Alat satu yunit kelokasi, Ujar kepala Desa.

Suparno menambahkan, Bekas lubang tambang ini adalah benar pekerjaan PT PAMA, Arutmin  sekitar tahun 2015 yang lalu, harapan saya silahkan para penambang cari rezeki disini kami tidak akan merugikan siapun asal jangan mengorbankan masyarakat.

Baca juga : https://www.beritasatu.com/nasional/869095/ade-yasin-waspadai-penyebaran-omicron-di-kawasan-puncak

Bahkan dalam hal ini kami sudah mengadakan pertemuan di hadiri camat Kintap, Polsek Kintap, Koramil Kintap, dan saya juga berharap kepada PT Arutmin agar zona pemukiman warga dilingkungan lubang tambang agar bisa di bebaskan kemudia di reklamasi   kalau seandainya  tidak bisa solusinya bagaimana. Ujarnya.

Tidak berselang lama media Pers Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) telah melihat Alat Eksavator milik PT SSDK datang ke lokasi tersebut untuk membantu keluhan warga setempat. Namun pihak PT SSDK tidak mau memberikan keterangan kepada awak media Pers Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K).

dengan hari yang sama melalui telpon Media Pers Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) Telah mengkonfirmasi  ke pihak PT Arutmin Bapak Iwan namun belum sempat memberikan keterangan,  pembicaraan terputus.  sampai berita ini keluar. (*)