Sukses, Diskusi Publik KNTI 2021 Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

95 / 100

http://pengawalkebijakan.id – Jakarta– Diskusi Publik KNTI secara online, Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( DPP. KNTI) dengan Tema, Masa Depan Perikanan Budi Daya di Indonesia, berlangsung sukses.

Acara tersebut diselenggarakan hari Selasa , 09 November 2021 dengan aplikasi zoom meating, dari pukul 9.00-13.00 WIB. Peserta mengikuti acara ini KNTI dan para penyuluh yang berasal dari berbagai penjuru wilayah Indonesia. Para peserta yang berjumlah 160 orang sangat serius mengikuti paparan dari para narasumber, Kemudian Acara dipandu MC, Chuldyah DPP KNTI  dan Moderator Intan R.J Hasly.M.Si DPP KNTI

Foto 1 - Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan
Foto 1 – Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Turut hadiri dalam diskusi ini adalah : Bapak Ir. Sakti Wahyu Trenggono ( Mentri Kelautan dan Perikanan )
Narasumber Pemateri adalah. TB. Haeru Rahayu( Dirjen Budi daya KKP). Ari Suharso (Ketua DPP KNTI Bidang Budi Daya). Dr. Ir. Fajar Basuki, MS. (Dosen Akuakultur FPIK UNDIP). Budi Sulistiaratna Hadiani, S.Pd ( KPPI Lombok Timor)

Baca juga: KETUA TIMSUS LP.K-P-K SULUT TELAH MENARIK PENDAMPINGAN TERHADAP LAPORAN ANWAR MOODUTO

Dalam sambutanya, Iing Rohimin Sekjen KNTI terlebih dulu menyampaikan Salam Ketua Umum KNTI. Dr. Riza Damanik PhD kepada peserta, tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain. Beliau melanjutkan paparannya. Pontensi perikanan Budi daya Indonesia sangat luar biasa, akan tetapi selama ini banyak persoalan muncul didalmnya, baik itu persoalan penguasaan tehknologi, keahlian pembudi daya itu sendiri, persolan modal, persoalan insfraktruktur serta persoalan lainnya, dalam kesempatan siang ini tentunya ingin mengetahui bagaimana masa depan Perikanan Budi daya kedepannya.

Saya sering kali mengatakan di berbagai forum, bahwasanya nelayan kita selama ini terfokus ke Perikanan Tangkap, yang banyak menua masalah, baik segi aturan tangkap, penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, pencemaran dan lain sebagainya. Sehinggah kita bisa beralih ke Perikanan Budi Daya yang jauh lebih menjanjikan.

Foto 2 - Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan
Foto 2 – Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Beliau juga menbahkan, Saya mengundang Pak Mentri lewat Whappsaap saja, kita bangga kepada pak Mentri yang tidak terlalu birokrasi Cukup dengan Japri Whappsap pak Dirjen juga demikian. Itu adalah salah satu terobosan memudahkan birokrasi. Ujarnya.

Kementrian Kelautan dan Perikanan Bapak Ir. Sakti Wahyu Trenggono. Mempaikan. Cukup senang diskusi dengan Pengurus Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( KNTI) karena target Kementrian adalah Nelayan Tradisional,
Kita sudah membuat blueprint bagaimana pengelolaan Perikanan Budi Daya Indonesia yang lebih maksimal.

Hari ini kita berbicara peran Budi daya, ini sangat luar biasa, jadi perlu saya sampaikan bahwa pasar dunia disektor perikanan mencapai 160 Melyar Dolar. Itu suatu langkah yang luar biasa, yang menjadi rebutan pasar dunia, Beliau juga memaparkan.  Minggu yang lalu saya telah pergi ke Eropa, salah satunya adalah Denmart, vigo,Sapanyol, Paris, di Vigo itu ada Pelabuhan Perikanan yang usianya diperkirakan 140 Tahun.

Pelabuhan itu sangat bersih dan disitu perputan uang sampai ratusan Melyar dolar dari sektor perikanan, disana sudah berbasis perikanan terukur yang berdasarkan dengan kuota, mereka sudah diatur sedemikian rupa, hanya bisa menangkap ikan pada bulan tertentu, dan jenis ikan bulan tertentu, beda lagi di Negara Denmark, mereka mengatakan bahwa, laut adalah masa depan,  jadi air laut harus sehat, tidak boleh terkontaminasi dengan minyak, oli, sampah dan lain sebagainya, dan ini adalah tujuan utama kita, Laut sehat Nelayan juga sehat,

Foto 3 - Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan
Foto 3 – Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Pasar dunia itu hanya butuh ikan berspek saja dan ini hanya bisa dilakukan oleh Budi daya saja,
Ada tiga program di kementrian.
1. Adalah budi daya pedalaman, itu adalah Budi daya yang berbasis ke arifan lokal, dimana komuditi yang dikembangkan adalah jenis komuditi bernilai ekonomi tinggi, contohnya ikan Blida,ikan semah, ikan dewa, Ini yang kita kembangkan sehinggah bisa kembali eksis dan pemerintah akan hadir dengan program Badan Layanan Umum atau LPMUKP atau Dana Bergulir dengan bunga yang sangat Rendah 0,3 %, bekerja sama dengan KNTI  dalam bidang Nelayan penangkapan yang terukur, dan akan di kelompokkan masing-masing wilayah di zona industri,

Apa bila ingin tetap melaut kita bantu dari sisi penangkapannya, kalau ingin bergeser ke Budi daya maka kita akan kaji di wilayah mana, sehinggah menjadi sentra wilayah keunggulan Budi Daya  konparati yang tinggi.

Namun bagi yang tetap ingin melaut, pemerintah akan tetap hadir bersama KNTI membangun kosporasi atau Kelompok Usaha bersama, KUB, atau koperasi. Kemudian kita bisa bantu dengan Kapal besar supaya komonitasnya lebih meningkat, tidak lain tujuan hanya untuk kesejahteraan nelayan itu sendiri,

Kemudian bersama KNTI, secara tidak langsung melakukan survay, apa yang dibutuhkan nelayan tradisional indonesia, Spesifik berdasarkan dengan wilayah, misalnya wilayah Nusa Tenggara Barat, keinginan Nelayan Tradisional apa dan wilayah lainnya juga demikian,

Foto 4 - Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan
Foto 4 – Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

KNTI bisa juga memberikan masukan gambaran -gambaran kepada pemerintah atau kepada kami maka itu hal yang sangat baik yang menjadi bahan untuk kebijakan pemerintah ditahun 2022 mendatang, untuk kita Fhus diwilayah sektor perikanan tradisional agar lebih meningkat, bagaimana mengangkat harkat  martabat dan kesejahteraan nelayan tradisional agar meningkat dan jangka panjang.

2. Budidaya Perikanan Pesisir, Kita pokus keudang. Kita memiliki pembudidaya udang 274 ribu 803 hektar yang memanjang dibeberapa wilayah indonesia khusus wilayah udang yang ada dipesisir, perlu bekerja sama dengan KNTI bagaimana masyarakat budidaya ini, bila perlu kita akan turunkan Tim penyuluh.

Tentu dengan  pemahaman- pemahan yang yang baik. Interpensi dengan cara merekapilisasi tambak-tambak yang ada. Misalnya perkelompok, produksivitas dari 0,6 menjadi meningkat 2 ton perhektar.

Tambak yang sehat itu memiliki instalasi pengolahan limbah memilki instalasi tandon sehingga airnya dijamin layak dan bersih 274 ribu 803 hektar itu membutuhkan dana yang sangat besar tidak kurang dari pada 6 triliun rupiah.

Namun demikian kita buat kelaster -kelaster sebagai suatu model untuk mengundang pembiayaan-pembiayaan dari luar yang lebih murah atau kita buat kosporasi-kosporasi yang kecil, namun sebelum kita kesana kita dorong dulu melalui BLU atau KUR, tentu dalam pengawasan bersama dengan KNTI harapan saya bisa demikian.

3. Budidaya laut, Dampak komoditik dilaut dapat kita kembangkan yang pertama udang pesisir, kepiting, lobster, rumput laut, rumput laut juga komoditi yang sangat tinggi bila mantan nelayan ingin bergeser kerumput laut itu adaptasinya tidak terlalu jauh, salah satu contoh yang kita kembangkan  wilayah Maluku Utara dan Wilayah NTT,

Foto 5 - Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan
Foto 5 – Diskusi Publik KNTI Bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan

Kementrian akan berusaha mendorong investor dari luar untuk tidak membeli bahan baku mentah dari sini saja, akan  tetapi menyiapkan industri dalam negri baik  melaluli koperasi atau secara langsung, ini sedang kita persiapkan semua,  contoh model budaya modern yang kita kembakangkan diwilayah NTB, Aceh Timur, serta Sulawesi Tenggara, yang mana tambak modern ini selaku syarat utama,

Semoga apa yang saya sampaikan bisa ditindak lanjuti oleh KNTI tentunya bekerjasama dengan Mentri Kelautan dan Perikanan untuk kemudian  endespot apa saja solusi – solusi yang sudah bijak dan tentu harus diberikan masukan yang sangat akurat,  dari KNTI,

Informasikan terhadap keinginan dan kebutuhan kepada nelayan tradisional karena merekalah yang menjadi target kita untuk menjadi sejahtera dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Tandasnya

Setelah selesai Mentri Kelautan dan Perikanan. Bapak Ir Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan paparannya, beliau pamit mundur diri karena ada kegiatan lain, kemudian diskusi  dilanjutkan  oleh Dirjen Perikanan Budi Daya TB Haeru Rahayu.

Narasumber pertama, Ari Suharso menjelaskan, Dalam diskusi ini saya akan pokus membahas Budi Daya Udang,  dalam hal ini dihadapkan pada satu terget dimana pada tahun 2024 nanti kita diharapkan bisa memproduksi sebanyak 2 juta ton udang atau 250% peningkatan dari tahun sebelumnya.

Melihat kondisi global saat ini sangat diharapkan untuk memberi supot pruduksi udang dunia, dan ambisi- abisi target pruduksi bukan hanya Indonesia. Tapi negara lain juga saat ini berlomba bagaimana mereka bisa mengambil peluang dari perikanan Budi daya. contoh fietnam, Tailan, Filipina,

Kemudian India yang saat ini masi menjadi Raja udang dunia, Isu udang saat ini menjadi isu yang menarik, karena salah satu komoditas Budi daya yang sangat luar biasa.

Yang membuat kita ambisi itu karena saat ini Indonesia memiliki sumber daya yg sangat besar. Tapi bukan menjadikan suatu ambisi yang berlebihan, karena memang lahan,inovasi, sudah cukup untuk indonesia, hanya bagaimana menghubungkan titik wilayah agar bisa mencapai target pruduksi tersebut, dari sisi lahan saja Indonesia memiliki 16.7 juta ha, yang terkelola dengan baik cuma 22%.

Kita juga punya Saprotam 745 yunit dari 112 yunit Pembenihan  di indonesia, kemudian pakan, 41 Prusahaan dan 42 infortir,  kemudian  pendukung obat, dikemetrian terdata 392 jenis obat udang dan ikan. Untuk peralatan 90% mengunakan kincir dll.  Untuk indukan unggul, kita baru punya satu dibali karam Asem,

Kemudian dukungan Inovatif dan Teknolgi, kita juga sangat serius,  karena itu menjadi modal besar jika di gabungkan  untuk mengejar target tadi. Mulai dari manajemen sistem mulai dari AF, Hydrophone, Jala tech, Micro Buble dll.  Tekhnologi yang diciptakan anak bangsa sendiri cukup jadi modal,

Bahkan ditiru oleh produsen di Asia Bahkan dunia. Hanya saja belum bisa untuk dikumpulkan semua mejadi satu wadah untuk di persembahkan kepada seluruh Budi daya di indonrsia.

Kemudian tantangan kita saat ini adalah virus,  itu juga yang di alami oleh perikanan budia daya dunia. Yang saat ini membuat para petambak wa-was. Apa lagi ada virus baru namanya DIV,  selain itu ada juga  virus harian dan musiman ada Miu. WSSV dll.
Kemudian tantangan berikutnya adalah modal. Saat ini kita masi berputar di modal kovensional, belum ada sebuah lontcatan inovasi atau sistem permodalan lainnya, saat ini kita masi berputar  di mekanisme dikredit rakyat dll.
Kemudian tantangan berikutnya adalah lingkungan,

Saat ini sering  terjadi banjir Rob, kemudian harga market Masi berpengaruh sistem ekonomi terhadap Pandemi Covid 19, di perlukan strategi baru sehinggah tidak terlalu berpengaruh terhadap petambak  lokal.

Saya juga menyarangkan agar kedepan bisa mendekati target kita. Saya mengajak seluruh potensi di indonesia agar amunisi dan  misi dan  aksi bisa menjadi satu untuk menyelesaikan target, terutama masalah mengtasi penyakit. Hampir semua sektor Budi daya di indonesia adalah penyakit lebih terhusus udang.

Minimal pencegahan terlibat  oleh semua Sticholder yang ada. Misalnya sistem tekhnologi air yang ada dilingkungan karena setiap hari air kadang berubah yang tidak dapat dideteksi oleh para petambak. Pendampingan tehnis perlu di tingkatkan dari penyuluh perikanan.

Kemudian sistem permodalan ada yang perlu dikaji ulang pola yang ada. Karena Budi daya udang beresiko Kematian diperlukan sistem pola bagi hasil dengan hasil panennya sesuai porsih Stikholder masing-masing lembaga.

Kemudian dari bagi hasil sisihkan 10% untuk cadangan resiko usaha, selain itu, di Indonesia juga sudah ada asuransi Budi daya udang sehinggah pemodal tidak mengalami kerugian.

Kemudian dukungan tehnis atau normalisasi tambak itu butuh biaya besar dalam hal ini bisa swadaya saja, sistim kekeluargaan, disini tidak ada buruh tidak ada majikan selain tujuan adalah Usaha Bersama yang sama kepentingan dan tujuanya. Ujarnya

Dirjen Perikanan Budi daya TB Haeru Rahayu mengatakan, “Kalau kita lihat produksi perikana Budi daya nasional, jauh di atas perikanan tangkap inilah kesejahtraan pembudidaya tampa mengecilkan nelayan tangkap”.

Untuk dunia memang posisi indonesia belum menggembirakan karena kita masi  dibawah dari negara di Asia.
Kemudian masalah upah buruh, saat ini kita masi kalah dengan pertambangan, Galian dan lain sebagainya.

Inilah yang menjadi tantangan kami yang ada di pemerintahan mudah-mudahan  bisa bersama dengan KNTI untuk bersinergi satu dengan yang lain. Kemudian satatus Gizi buruk Masi tinggi yang perlu segera di atasi. Saya sangat berharap banyak kehadiran KNTI untuk bisa menjadi play muve untuk antisivasi stanting Gizi buruk ini.

Arah Budi daya yaitu orientasinya ekspor serta orientasi pasar domestik harapannya kalau ini bisa berjalan dengan baik maka lapangan kerja akan tercipta, ada pemasukan negara, harapan kedepan NDP tidak lagi di 102 paling tidak 140 supaya kita ada sefingnya.

Kemudian konsep ekonomi biru perikanan Budi daya ada tiga aspek:
1. Aspek ekonomi
2. Aspek ekilogi
3. Aspek inovasi teknogi.
Ketiga ini saling melengkapi tidak bisa terpisahkan untuk pengembangan budidaya Espor serta pembangunan pedalaman ,pesisir , payau dan laut,

Kedepannya kita terpokus komuditas udang, lobster, kepiting, rumput laut, itulah tangung jawab pemerintah,  kami mohon rekan  KNTI untuk bisa bersinergi dalam kerangka kongrik dilapangan, kita evaluasi lahan bagaimana tingkat kesejahteraan pruduksivitas Pembudi dayanya serta dampak ekoiloginya, repitalisasi,

Bagaimana kita meningkatkan produksivitas lahan tambak tradisional pengalihan Budi daya udang ke nila Salim atau membangun kawasan tambak moderen yang terintergrasi,  harapan kita tahun depan pruduksi bisa mencapai 2 juta ton.

Memang kami dipemerintah meningkatkan pruduksi tidak mudah mencapai target, pilosofi makan cabe akan tetapi kita harus muve on.

Lanjut dengan diskusi, Beliau menjawab pertanyaan peserta.
1. Untuk usaha pakan yang belum maksimal setelah kami akan sampaikan ke pak Ri selaku Direktur pakan selain itu kami juga akan menyampaikan ke Grub Pakan mandiri salah satu bisa dijadikan terobosan untuk menjawab tantangan kita menuju ekonomi biru.

2. Kami mendukung jika Budi daya dijadikan sikon wisata Dan itu sangat baik. Dan untuk pembinaanya kami akan koordinasi ke Dirjen pengelolaan ruang laut ibu muji lestari Atau bisa colek beliau.
Kemudian tantangan Rob tinggi, dukungan eksavator Boleh diusulkan tahun 2022 bisa lewat KNTI dengan keolmpok Pokdakan. Cuma jumlahnya 18 yunit saja.

Kemudian jawaban penanya kedua
1. Untuk mengatasi saluran kami ada program itab tahun depan Masi ada bisa dikordinasikan dengan KNTI untuk dijembatani ke Direkturnya namanya Bpk pinggal dan akan juga sampaikan ke beliau.
Klu saluran sekunder dan primer itu tangung jawabnya ada di PUPR

2.masalah perijinan, meman bnyak keluhan tentan perijinan. Kami sudah mencoba untuk mempermudah dengan satu pintu, OSS ini Masi dalam tahap pematangan ,sehinggah kadanng  ada hambatannya. tandasnya.

Kemudian Pemateri berikutnya Dr. Ir. Fajar Basuki, MS. Paparannya. Perguruan tinggi punya kewajiban sebagai menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, oleh sebab itu, bisa juga mendorong untuk pengembangan Budi daya Rakyat sebagai berikut:

1. Perguruan tinggi Fakultas perikanan dan ilmu kelautan program studi Budi daya sangat aktif ikut berpatisipasi dalam pengembangan Budi daya lele dan kami infokan kepada KNTI bahwa produk kawan-kawan  Nelayan Terutama ikan rucah itu sangat berpotensi sekali untuk dijadikan Pakan lele,nila dll. Jadi kita bisa berbagi peran nanti.

2. Sebagian wilayah Pantura tidak cocok dengan pengembangan udang. Oleh sebab itu tambak-tbak yang aigel ini telah dialih pungsikan untuk pengembangan Nila Salim, Oleh sebab itu kita mendukung kesana, dalam pengembagan itu kami sinergi dinas kelautan dan perikan stempat, Mentri kelautan dan perikanan.

Serta kelompok pembudi daya lele sejawa tengah, dan ikan lele itu sangat cocok untuk kesehatan perkembagan otak anak,serta janim pada ibu hamil, dan sangat baik bagi pemeliharaan tubuh pada lansia.
Kelebihan Budi daya lele ada potensi bisnis pakan yang luar basa besar disitu yg dikelolah oleh masyrakat. Ujarnya

Pemateri terahir ibu Budi Sulis Tiyaratna Hadiani. S. PD. dalam Paparannya “Niat saya untuk membuat kelompok karena saya lihat dipesisir tempat kami Banyak sekali perempuan pengangguran”.

Kelompok yang buat disebut kelompok usaha pemberdayaan perempuan, berwira usaha, dengan usaha Budi daya rumput laut.

Baca juga: https://www.beritasatu.com/ekonomi/857487/pemulihan-ekonomi-bertumpu-pada-transisi-pandemi-ke-endemi

Budi daya Rumput laut, yang paling di utamakan adalah lokas strategis yang cocok untuk Budi daya rumput laut. Menurutnya, Selama Saya mendirikan Kelompok Perempuan yang disebut Kelompok Putri Selatan Para wanita di tempat kami di Lombok timur pada bekerja.

Kemudian dari segi market Masi belum maksimal karena kurang terespos.harapan saya para perempuan pesisir Indonesia bisa Sejahtra kedepanya.

Dalam pantauan, ada beberapa peserta yang terkendala soal jaringan internet dari wilayah-wilayah tertentu, Usai sesi paparan, diskusi dan paparan para narasumber. Moderator Intan R.J. Hasly. M.Si Menutup acara diskusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *