Sikap Apatis PEMDES Toili Semoga Tak Terulang Pada Pemerintahan Yang Baru, 2022

Sulawesi Tengah, Pengawal Kebijakan – Sebagai pernyataan dukungan yang disampaikan oleh seorang Tokoh Masyarakat Desa Toili kepada wartawan Pengawal Kebijakan Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP. K-P-K) Komisi daerah Sulawesi Tengah (KOMDA Sulteng) pada pemakaman seorang warga dijalan Laginda, Desa Toili, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu, 5 Januari 2022

Baca juga : Menarik !! Serahkan Bantuan Beasiswa, Bupati Saipul : Manfaatkan Dengan Baik Untuk Keperluan Sekolah, 2022

Menyatakan bahwa dari semua desa yang menjadi binaan beliau, hanya Desa Toili yang terkesan apatis dalam menjalankan sistem pemerintahan di desa. Mereka dinilai seakan hanya mementingkan diri sendiri atau suatu golongan yang berdampak faedah diposisi mereka dari pada kepentingan masyarakat.

Foto 1 - Sikap Apatis PEMDES Toili Semoga Tak Terulang Pada Pemerintahan Yang Baru, 2022
Foto 1 – Sikap Apatis Pemdes Toili Semoga Tak Terulang Pada Pemerintahan Yang Baru, 2022

Harapannya, semoga Pejabat Kepala Desa terpilih yang baru saja dilantik pada akhir Desember 2021 lalu dapat memperbaiki potret buram kinerja dipemerintahan desa ini agar ke depannya bisa lebih baik lagi. “Saya menilai Pemerintah Desa Toili seakan bersikap apatis terhadap kepentingan masyarakat.

Mereka lebih memilih sesuatu yang dapat mendatangkan faedah bagi diri mereka sendiri atau golongannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai suatu amanah yang dipikulkan masyarakat.

Semoga Pejabat Kepala Desa terpilih yang baru menjabat itu dapat memperbaiki potret buram kinerja pemerintahan desa agar ke depannya bisa lebih baik lagi.” paparnya dengan meminta namanya tidak dimediakan.

Pemaparan Tokoh Masyarakat tersebut adalah menanggapi keluhan warga terhadap pembuatan gorong-gorong yang sudah beberapa tahun tidak dilanjutkan (pembuatan gorong-gorong sekitar tahun 2019) dengan pembuatan riol disepanjang alur gorong-gorong tersebut sebagai saluran pembuangan air untuk menghindari resiko banjir.

Foto 2 - Sikap Apatis PEMDES Toili Semoga Tak Terulang Pada Pemerintahan Yang Baru, 2022
Foto 2 – Sikap Apatis Pemdes Toili Semoga Tak Terulang Pada Pemerintahan Yang Baru, 2022

“Dulu sebelum gorong-gorong dibuat, kita hanya terdampak banjir ketika air disungai Toili (sekitar Desa Kayuku-Desa Karanganyar) naik hingga menyebabkan limpahan debit air meluap dan mengenai wilayah pemukiman kami dijalan Laginda.

Namun setelah adanya gorong-gorong tersebut, hujan deras dalam 2 jam saja sudah menyebabkan genangan air disekitar pekarangan, bahkan masuk ke dalam rumah oleh karena aliran air terhambat gorong-gorong yang tidak pernah difungsikan. Sudah 3 kali saya usulkan kepada Pemerintah Desa Toili, namun belum mendapat tanggapan.

Saya khawatir pada musim penghujan tahun ini kita tak bisa menghindar dari resiko banjir, apalagi kondisi gorong-gorong masih seperti itu tuhh…..”sembari menunjukkan gorong-gorong yang dimaksud.

Masih pada hari yang sama, wartawan Pengawal Kebijakan mengkonfirmasi persoalan itu pada seorang aparat Desa Toili yang kebetulan hadir pada pemakaman tersebut.

Baca juga : https://www.beritasatu.com/nasional/875891/ketua-kpk-minta-penyelenggara-negara-tak-perkaya-diri-lewat-korupsi?utm_source=headline&utm_medium=article&utm_campaign=Headline-Section

Menurutnya :”Untuk soal gorong-gorong yang dijalan Laginda itu belum ada pada usulan musrembang tahun 2022, jadi belum dapat direalisasikan. Karena dana.” Demikian keterangan aparat Desa Toili disela acara pemakaman seorang warga.Reporter : Bustam A. Masse/ Firmansyah Dj. Side

Avatar of Admin2