19/05/2022
Syauq-Ramadhan-Kembali-Menjaga-Tradisi-Foto-Prof.Wan-JamaluddinM.AgPh_.D.jpg

Syauq Ramadhan, Kembali Menjaga Tradisi- Foto Prof.Wan Jamaluddin,M.Ag,Ph.D

Marhaban Yaa Ramadhan, Bulan yang penuh keberkahan. Mengawali Bulan Ramadhan yang mulia dan penuh berkah ini, tentunya setiap hati berdebar-debar dalam kerinduan yang mulia yaitu Ramadhan.

Banyak ekspresi yang dilakukan oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia dengan semangat yang sama, yaitu meningkakan ketaqwaan kepada Allah SWT Subhanahu wa Ta’ala dengan tujuan la’allakum tataquun (supaya menjadi insan yang bertaqwa).

Perintah bahagia dalam menyambut Bulan Ramadhan, tentunya relevan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa orang yang datangnya Bulan Ramadhan, Allah SWT senantiasa mengharamkan jasadnya untuk masuk kedalam api neraka. Kemeriahan menyambut datangnya Ramadhan bangunan atas dasar selamat yag teguh, sehingga mampu mengetuk relung-relung hati hamba Allah SWT yang beriman dan bahagia serta gembira ria menyambut kebesaran Allah SWT.

Baca Juga : Bupati Nias Barat Berangkatkan Utusan MTQ Tingkat Provinsi SUMUT Ke 32

Gema Bulan Puasa tersebut terekspresikan oleh umat muslim di seluruh pelosok negeri ini, bahwa Bulan suci Puasa tahun ini tidak dalam masa pandemi seperti pada tahun 2020-2021 yang lalu, sungguh anugrah yang sangat berharga.

Jika dua tahun aktivitas ibadah yang dibatasi karena, seperti pelaksanaan shalat tarawih berjama’ah, Al-Qur’an dan bentuk ibadah lainnya, yang memyebabkan segala sesuatu terasa dalam setiap langkah kita. Namun kali ini, ujian tersebut lamban laun manjauh dan menghindar dari kehidupan kita, meskipun demikian kita tetap mengajak kaum muslimin untuk menjaga kesehatan, karena bisa jadi hal yang kita anggap nyaman, justru kita terlena dari kesehatan dan terusnya.

Satu ciri khas yang kita lihat di Bulan Puasa adalah ramainya tempat ibadah, di masjid-masjid dan di surau,mushala diisi dengan tadarus Al-Qur’an, shalat tarawih berjama’ah, taklim serta kultum, siraman rohani yang begitu sederhana. hal ini menjadi spirit yang menggema di Bulan Ramadhan dan penuh keberkahan.

Baca Juga : https://www.shopee.co.id

Jika dua tahun lalu kita diuji dengan pandemi, yaitu menguji kesabaran bagi kita semua, karena Puasa juga merupakan Bulan ujian bagi orang-orang yang percaya yaitu diuji dengan menahan dari lapar dan dahaga mulai dari terbitnya fajar sampai pada matahari terbenamnya, lebih-lebih dari ujian yang paling berat adalah mengaja mengendalikan hawa nafsu (asyaddul jihad, jihadul hawa), sebesar-besarnya jihad adalah jikad melawan hawa nafsu, baik nafsu untuk makan dan minum, maupun nafsu untuk hubungan seksual.

Bulan Puasa adalah Bulan berkah dan kemuliaan. Banyak amalan-amalan lain yang dapat kita lakukan selama Bulan Puasa, di antaranya membaca Al-Qur’an.

Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan melalui wasilah malaikat Jibril yang disebut ruh al amin secara mutawatir.

Membaca Al Qur’an merupakan amaliyah yang mulia, terlebih di Bulan Puasa, karena setiap huruf yang kita baca mengandung nilai pahala, tidak hanya pada kalimat atau ayatnya, melainkan pada setiap hurufnya, masyAllah SWT.

Bulan Puasa juga sering disebut Bulan tarbiyah (syahru tarbiyah), ia bagaikan madrasah di mana kaum muslimin dididik di dalamnya, dan setiap orang berlomba-lomba untuk memperbanyak membaca Al Qur’an. Bagi kaum muslimin yang telah mampu membaca Al-Quran biasanya berupaya untuk dapat mengejar berapa banyak yang dikhatamkan selama Puasa, namun bagi yang belum bisa atau belum lancar, akan terus berhasil belajar kembali dan memperbanyak hafalannya. Tak ketinggalan anak-anak mereka berlomba-lomba agar dapat mengkhatamkan 30 Juz walau hanya satu Bulan sekali khatam.

Al Qur’an adalah pedoman bagi umat muslim sekaligus sebagai panduan kehidupan bagi umat Islam. Ayat yang pertama Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan, tepatnya di Gua Hiro yaitu surat Al Alaq. Ayat ini menerangkan dan memerintah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW untuk melafalkan “Iqra` bismi rabbikallażī khalaq” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

Membaca dalam ayat tersebut adalah membaca kebesaran Allah SWT dengan cara mengenal Tuhan, ketika seorang makhluq telah memahami Khaliq nya, maka akan mudah menganalisis ilmu-Nya.

Membaca Al-Quran pada Bulan Puasa bagi umat Islam yang beriman dan berpegang teguh pada keyakinannya akan selalu mendapatkan pahala dan pahala baginya. Keberkahan adalah ziyadayul khair yaitu bertambahnya kebaikan. Bulan Puasa juga penuh pelajaran untuk melatih diri kita dan istiqomah, yang merupakan amalan besar dan mulia, relevan yang diucapkan Nabi dalam hadisnya, al istiqomatu khairun min Alfi barokah. Banyak berkah yang dapat kita raih di Bulan Puasa, namun istiqomah lebih mulia dibandingkan dengan segala berkah yang ada. WAllah SWTu a’lam.

Bagikan