Polemik Tanah Kebun Disengketakan, Dinilai Aparat Saling Tuding

IMG 20200828 WA0017
IMG 20200828 WA0016 1
Dokumentasi Foto Yang Dibangun Gedung Sekolah

Pengawalkebijakan.id – Sulteng. Tanah kebun milik Halimah Tusadia seluas 7.500 m2 dengan nomor hak sertifikat M. 728 yang terletak didesa Mansahang Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai Sulteng, disengketakan oleh Ruhyana yang saat itu sebagai Kepala Desa. Tanah yang diatasnya telah ditanami jati sejak 20 tahun silam diklaim Ruhyana sebagai tanah milik desa untuk pembangunan gedung sekolah dengan membabat sebagian tanaman jati diatasnya. Hingga berita ini dimediakan, belum terdapat penyelesaian dari kedua belah pihak, sementara aparat dinilai saling tuding.

Menurut Pejabat Sementara Kepala Desa Mansahang Kosasih saat ditemui Tim Pengawal Kebijakan pada Senin 10 Agustus 2020 menyatakan bahwa tanah tersebut milik desa berdasarkan keterangan Pertanahan Kabupaten Banggai. “Denah dengan sertifikat tidak sikron atas titik koordinat yang ditentukan oleh BPN”. Begitu keterangan Kosasih saat diwawancarai awak media ini.

Masih pada hari yang sama saat Tim Pengawal Kebijakan mengkonfirmasi persoalan ini kepihak Kecamatan yang diterima oleh Kasi Trantib Ponadi mengatakan bahwa ketika itu ia hanya hadir sebagai saksi. “Waktu itu saya hanya sebagai saksi, saya hanya menerima surat tembusan.” begitu ungkap Ponadi.

Usai menemui pihak Kecamatan, masih pada hari yang sama Tim Pengawal Kebijakan mencari keterangan Polisi yang diterima diruangannya oleh Penyidik Kepolisian Sektor Toili yang akrab dipanggil Pak Sau mengatakan, “Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari pihak BPN.” demikian keterangan dari  beliau.

Menindaklanjuti persoalan ini, dua kali Tim Pengawal Kebijakan mendatangi Kantor Petanahan Kabupaten Banggai, namun Kepala Pertanahan tidak berhasil dikonfirmasi. Pada Senin 24/8/2020 Tim Media ini menemui Bagian Sengketa dikantor Pertanahan Kabupaten Banggai yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa persoalan tersebut bukan kewenangan BPN.

Reporter : Bustam, Editor : H. Adil

2 thoughts on “Polemik Tanah Kebun Disengketakan, Dinilai Aparat Saling Tuding

  1. Berita ini benar dan hingga saat ini pihak kami pemilik merasa sangat dirugikan secara fisik dan materil yg dengan seenaknya hukum dipermainkan oleh pihak terkait yg mungkin dengan sengaja keadilan diduga diperankan oleh oknum yg berawal dari pemerimtah desa ruhyana sbg kades dan melibatkan dinas instansi pemerintah untuk terlibat langsung/tidak langsung memback up kasus ini sudah berjalan lebih kurang lebih 8 bulan dgn adanya media online dan lp. Kpk komda sultemg semoga dapat terungkap parapihak yg terduga terlibat dapat diproses secara hukum demi keadilan atas nama pemilik lahan kebun tetap akan menggugat sampai tuntas melalui perpanjangan kuasa hukum ke lp. Kpk bila mana bersedia dan diperlukan sampai dgn polemik ini menemukan titik terang, terima kasih lp. Kpk komda sulteng***

Comments are closed.