Petahana Wajib Cuti Bila Ikut Serta Dalam Kontestasi Pilkada

IMG 20200902 WA0005

Pengawalkebijakan.id – Mukomuko. – Jika ingin maju kembali pada pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, Gubernur dan wakil Gubernur, Walikota dan wakil walikota serta Bupati Wakil Bupati diwajibkan untuk cuti dari jabatannya.

Hal ini sesuai ketentuan dari Pasal 70 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU.

Komisioner KPU Kepahiang, Supran Efendi mengatakan, cuti bagi kepala daerah yang maju dalam pilkada serentak 9 Desember 2020, juga diatur dalam Peraturan KPU nomor 1 tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan/atau walikota dan wakil walikota. “Ketentuan cuti bagi kepala daerah pada pasal 4 ayat (1) poin r yang berbunyi menyatakan secara tertulis bersedia cuti,” kata dia.

IMG 20200902 WA0006 1
Dokumentasi Foto ketua Bawaslu Bengkulu Tengah Asmara Wijaya

Hal Senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Bengkulu Tengah, Asmara Wijaya menjelaskan Via WA, Sesuai dengan undang-undang no 10 tahun 2016, Tetang pemilihan kepala daerah gubernur dan wakil gubernur Bupati dan Wakil Bupati saat kompaye wajib cuti Diluar tanggung jawab negara, Dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Pelanggaran administrasi saksi teguran atau sanksi administrasi.

Sanksi Administrasi yang dimaksud adalah Bisa aja penundaan waktu kompaye dan atau tidak diberikan Izin untuk berkompaye atau tidak diberikan fasilitas kompaye,” tambahnya, Asmara Wijaya.

Reporter : SN, Editor : H. Adil