19/05/2022
Kementerian-ATR-BPN-Dan-DJKN-Bangun-Digitalisasi-Sistem-Administrasi-Pertanahan-Guna-Permudah-Proses-Layanan.-F01-e1646831563483.jpg

Kementerian ATR-BPN Dan DJKN Bangun Digitalisasi Sistem Administrasi Pertanahan Guna Permudah Proses Layanan. F01

Pengawal Kebijakan-Jakarta.Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) turut memperingati Hari Lelang yang ke-114 bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Melalui penyelenggaraan Webinar Pertanahan dengan tema Digitalisasi Sistem Administrasi Pertanahan pada Selasa (08/03/2022)
Kedua belah pihak memberikan edukasi kepada para pemangku kepentingan terkait guna peningkatan kompetensi dan kapabilitas khususnya terkait dengan permasalahan pada bidang pertanahan.
Kementerian-ATR-BPN-Dan-DJKN-Bangun-Digitalisasi-Sistem-Administrasi-Pertanahan-Guna-Permudah-Proses-Layanan.-F02-e1646831694182.jpg
Kementerian ATR-BPN Dan DJKN Bangun Digitalisasi Sistem Administrasi Pertanahan Guna Permudah Proses Layanan. F02

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Pusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Ketut Gede Ary Sucaya menyampaikan bahwa transformasi digital dilaksanakan dengan tujuan mengoptimalkan layanan informasi pertanahan dan tata ruang sebagai basis penerimaan negara dalam rangka self financing.

Baca Juga : Ini Baru Mantap! LP.K-P-K MoU Dengan PT.Rumah Kita Solusindo (Developer Website SIKADES) 11 Februari 2021

Dalam hal ini, layanan elektronik Kementerian ATR/BPN yang berkaitan dengan lelang, yaitu pembuatan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT). Kepala Pusdatin mengatakan, SKPT-el baru berjalan di 56 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dengan jumlah berkas SKPT periode 2020 s.d. Maret 2022 sebanyak 28.535 berkas.

“Jadi ke depannya kami juga berharap selain SKPT-el ini kami dapat bekerja sama dengan KPKNL untuk memperoleh risalah. Jadi jika risalah lelang ini sudah berformat elektronik maka kami bisa juga dari aplikasi bisa mengambil dan memverifikasi risalah lelang yang disertakan oleh pemohon peralihan hak untuk lelang tersebut,” tutur I Ketut Gede Ary Sucaya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Pemeliharaan Hak Atas Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Tomi Kristian menjelaskan bahwa lelang merupakan salah satu dari perbuatan hukum pemindahan hak. Berdasarkan data statistik , SKPT dan lelang berada di urutan 11 dan 35 dengan pertumbuhan sekitar 0,1 persen dari seluruh pelayanan yang ada di Indonesia. “Pelayanan lelang ini termasuk pelayanan yang menengah,” katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk meningkatkan pertumbuhan yang signifikan, diperlukan SKPT dengan data fisik dan yuridis yang mutakhir. Untuk menghindari terjadinya lelang yang tidak jelas objeknya, Kepala Kantor Lelang wajib meminta SKPT kepada Kantor setempat selambat-lambatnya tujuh hari kerja sebelum hak atas tanah dilelang. Kemudian dalam waktu lima hari kerja wajib mengeluarkan SKPT.

Baca Juga : https://id.wikipedia.org/

“Jadi SKPT ini data yang paling mutakhir terkait dengan data fisik maupun data yuridis atas objek yang akan dilakukan lelang. Kepala Kantor Lelang pasti memintakan SKPT ini untuk memastikan bahwa data yuridis maupun data fisik lelang ini memang tidak ada permasalahan. Kalaupun ada permasalahan misalnya sengketa atau blokir, SKPT tetap harus diterbitkan. Karena ini memang informasi yang paling mutakhir,” tegas Tomi Kristian.

Direktur Lelang DJKN Kemenkeu, Joko Prihanto menyebutkan saat ini pihaknya menggaungkan transformasi digital melalui platform lelang.go.id untuk mempermudah transaksi lelang. Ke depannya, ia berharap bisa bersinergi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mengintegrasikan aplikasinya. “Mudah-mudahan nanti kita bisa bekerja sama dengan baik, bisa merealisasikan cita-cita ini sehingga semua pengguna jasa lelang akan merasakan kemudahan, kenyamanan, dan tentunya keamanan di dalam bertransaksi melalui lelang,” pungkasnya. (YS)

Sumber : https://www.atrbpn.go.id

Bagikan