PERAN SERTA LP.K-P-K DALAM PENANGANAN LIMBAH B3 DIJOMBANG

IMG20210408101941

Pengawalkebijakan.id
Dalam penanganan limbah B3 yang dilakukan Penyidik dari Balai Penegakan Hukum Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), diwilayah jombang LP.K-P-K  komcab jombang ikut serta dalam pengawasan penyeleseian masalah tersebut. Pihak LP.K-P-K pusat sudah memberikan surat tembusan ke kementrian lingkungan hidup.kepolres ,ke dinas lingkungan hidup serta tembusan ke Bupati.

Pihak LP.K-P-K komnas juga menugaskan timsus pusat yang dikepalai bapak joko santoso beserta anggota lainya untuk melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti bukti dan juga  sudah berkoordinasi dgn ketua PSI jombang bro malik mahardika sh.mh selaku penasehat hukum LP.K-P-K dan instansi lainnya dalam pengawasan masalah tersebut yang dikwatirkan ada indikasi permainan dalam penyeleseian yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.oleh sebab itu kita berhati hati dalam mengumpulkan data yang kita harapkan.

IMG20210426132416

Memang diketiga Desa antara lain Desa  bakalan. desa kedungsari dan Desa jombok adalah mayoritas pekerja sebagai pengelola limbah almini serta penghasil limbah B3 terbanyak. Mangkanya perlunya campur tangan dari pemda setempat untuk mencarikan solusi dlm penanganan limbah yg dihasilkan perusahaan perusahaan dilingkungan tersebut.

Pihak DLH juga sudah menyegel beberapa perusahaan produsen aluminium batangan di Jombang. Pasalnya,  perusahaan tersebut mengolah limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) tanpa izin Dari beberapa perusahaan lainnya diwilayah tersebut
Penyegelan dilakukan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Balai Gakkum Jabalnusra KLHK  Penyidik memasang garis PPNS pada beberapa perusahaan tersebut.

Disitu sudah ada beberapa yang  ditetapkan Tersangka Kasus Dumping Limbah B3  oleh GAKUM DLH  Serta dilakukan penyegelan dari beberapa perusahaan untuk mengamankan barang bukti. Karena kami temukan indikasi kejahatan lingkungan, melakukan pengolahan limbah B3 tanpa izin. Mereka tidak mengantongi izin pemanfaatan limbah B3,

Beberapa perusahaan tersebut,  memproduksi aluminium batangan sejak 2017. Aluminium batangan mereka produksi dengan memanfaatkan limbah B3 jenis slag aluminium. Hasil produksi mereka pasarkan ke industri peralatan rumah tangga, seperti panci, wajan dan lainnya.

“Perusahaan yang disegel GAKUM DLH  memanfaatkan limbah B3 berupa slag aluminium tanpa izin pemanfaatan limbah B3. Sisa limbahnya indikasinya didumping ke jalan dan sebagainya,” terangnya.

Dari hasil penyidikan Tersebut pihak GAKUM DLH mengungkap beberapa perusahaan melakukan kejahatan lingkungan
Akibatnya, mereka disangka dengan Pasal 103 dan 104 juncto Pasal 119 UU RI Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Ancaman hukumannya antara 1 sampai 3 tahun penjara dan denda Rp 1-3 miliar,” pungkasnya.

Jurnalis .jk