Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance Mencapai 1,2M Di Bongkar Polresta Mojokerto

Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance

Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance

91 / 100

http://Pengawalkebijakan.id Mojokerto – Sekitar 10 orang pelaku 7 diantaranya menjadi tersangka yang terlibat dalam tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penipuan penggelapan data fiktif kredit sepeda motor yang diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto. Saat melakukan aksinya, tersangka utama merupakan Credit Marketing Officer atau Surveyor PT Mega Finance.

Baca juga: Kasus Penipuan Umroh Serta Investasi Bodong Rp 1,5 Milyard Diungkap Kapolres Mojokerto

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi Kasat Reskrim IPTU Hari Siswanto, S.A.P., M.H., Kasat Lantas AKP Heru SBS. dan Kasi Humas IPDA MK Umam, SE serta Kasi Propam Kota IPDA Yuda Yulianto, SH dan Kanit Pidum IPTU Bayu menggelar Konferensi Pers Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan Atau Penipuan Atau Penggelapan di Halaman Polres Mojokerto Kota. Senin (22/11/21) siang

Foto 1 - Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance
Foto 1 – Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance

“Sebagai Credit Marketing Officer atau Surveyor PT Mega Finance Nanda Agus Dwi Prasetya (24) warga Kelurahan Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Bersama sembilan pelaku lainnya, dari data keseluruhan yang di input terdapat 77 konsumen yang masuk dalam analis survey para pelaku. Terdapat 62 konsumen (PK) yang mengalami keterlambatan pembayaran dengan total ada empat dealer”, Ucap Kapolresta Mojokerto

Foto 2 - Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance
Foto 2 – Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance

” AKBP Rofiq Ripto Himawan dalam konferensi pers mengatakan, “Ada 7 tersangka yang diamankan, mereka memiliki peran masing-masing. Nanda adalah karyawan dari finance tersebut menjadi tersangka utama disangkakan dengan Pasal 374 KUHP , karena melakukan manipulasi data, menerima duit dari konsumen kemudian mengeluarkan unit kendaraan,” katanya.

Tersangka melakukan Modus operandi dengan cara mengajak beberapa rekan untuk mencari konsumen dengan maksud meminta persyaratan baik identitas maupun yang lain. Tersangka menginput data tersebut dengan cara fiktif untuk dimasukkan ke dealer yang di tujuh agar sepeda motor bisa didapatkan dari dealer.lanjut kapolresta

Foto 3 - Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance
Foto 3 – Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance

“Unit Sepeda motor yang sudah realisasi dari dealer langsung dijual ke penadah dengan harga Rp 12 hingga 15 juta. Dealer yang menjadi sasaran antara lain dealer Sekawan, Lancar Motor, Merdeka dan Tirto Agung Motor. Dalam hal ini Petugas masih melakukan pengembangan, karena tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” urai Kapolresta

Baca juga: https://www.beritasatu.com/ekonomi/858065/40-menit-perdagangan-rupiah-melemah-13-poin

Modus tersangka yaitu memasukkan data konsumen yang tidak sesuai kenyataanya, “Dengan adanya kejadian itu ,PT Mega Finance mengalami kerugian sekitar Rp1,2 milyar. Lima tersangka yang ikut serta dalam aksi tersebut dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 jo Pasal 56 KUHP. Sementara penadah disangkakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo pasal 480 KUHP.” Tegas AKBP Rofiq ( Humas / joko )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *