Penasehat Hukum Komnas LP.K-P-K Menjadi Kuasa Hukum Seorang Profesor Warga Negara Korsel Yang Ditahan Polisi Dan Kejaksaan

2019 01 20 20.33.11 edit

Jakarta, pengawalkebijakan.id. Dr.Jefrizen Boy Kanu,SH,MH,M.Th salah satu pengurus teras dari LSM Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) sebagai Penasehat Hukum LP.K-P-K, kini sedang menjadi Kuasa Hukum seorang Profesor berkewarganegaraan Korea Selatan yang ditahan oleh pihak POLDA Metrojaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, lagi viral diberbagai media massa dalam negeri.

Sang Profesor tersebut merupakan seorang ahli di bidang ITE datang hendak mengajar di kampus UI dan ITB, Ternyata setibanya di Bandara Soekarno Hatta langsung ditangkap oleh Polisi Interpol Indonesia. Alasan penangkapan Profesor tersebut dikarenakan adanya ‘Red Notice’ dari Pemerintah Amerika (USA) pada tanggal 05 September 2018 lalu.

Dikarenakan proses penangkapan dan penahanan Profesor GMN sejak 07 September 2018 sampai sekarang sudah 130 hari lebih masih ditahan oleh Pihak Polda Metro Jaya, sehingga kami mempraperadilankan Polda dan Kejaksaan,” kata Dr.Boy Kanu saat dikonfirmasi awak media pengawalkebijakan.

Lebih lanjut Dr.Boy Kanu dengan nada kesal menyatakan “Klien kami ditahan sampai hari ini, tanpa kejelasan, apa alasannya dia ditahan?”

“Jika memang berdasarkan ‘Red Notice’ dari Pemerintah Amerika, saya sampai saat ini belum pernah melihat dan belum pernah diperlihatkan apa isi Red Noticenya,” ujar DR. Zevrijn Boy Kanu selaku kuasa Hukum dari Profesor GMN.

“Dan saya juga sudah melayangkan surat ke  Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tapi sampai hari ini belum di balas. Seharusnya penahanan yang dilakukan sekarang yang tanpa batas jelas bertentangan dengan KUHAP.

“Besar harapan saya selaku Hakim Tunggal Achmad Rosidin bisa memutuskan Gelar perkara praperadilan dengan bijaksana dan adil sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Dan segera membebaskan klien kami, karena klien kami merupakan korban penahanan. Seperti diketahui klien kami tidak pernah melakukan kejahatan atau melanggar hukum di Indonesia,” tuturnya.

“Klien kami datang ke Indonesia atas undangan sebagai dosen tamu di Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung”, jelas Dr. Zevrijn Boy Kanu.

Dalam gelar perkara praperadilan dengan Nomer Perkara 174/PID. Pra/2018/PN JKTSEL tersebut, Kuasa Hukum dari pihak POLDA Metro Jaya Prasetyo,SH (termohon 1) dan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta  Bapak Bohal Lubis, SH.MH (termohon 2)

Hingga kini proses praperadilan masih terus berlanjut untuk pekan depan, namun perihal penangkapan tersebut akan terurai dalam praperadilan nanti. Hal ini tentu menjadi harapan Dr.Boy Kanu selaku Kuasa Hukum profesor tersebut.

5 thoughts on “Penasehat Hukum Komnas LP.K-P-K Menjadi Kuasa Hukum Seorang Profesor Warga Negara Korsel Yang Ditahan Polisi Dan Kejaksaan

  1. Tampilan logo kalau bisa diperkecil pak admin. Karna membuat loding sedikit lemot,apa lagi dijaringan yg kurang normal. Maaf sebelumnya

Comments are closed.