Nelayan Muara Kintab Mengeluhkan Kekurangan BBM Subsidi Pada Saat Melaut, 11 Oktober 2021

Foto bersama Wakil Ketua DPRD Tanah Laut Bapak H Junaidi membahas masalah BBM 01
85 / 100

Pengawal Kebijakan-Kab.Tanah Laut. Di Desa Muara Kintap Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut, mayoritas masyarakatnya adalah nelayan. Ada beberapa jenis nelayan di desa tersebut, salah satunya adalah Nelayan Tengiri ” Gillnet “, mereka melaut menggunakan hitungan Bulan Hijriah 22 hari mencari ikan baru kembali ke pelabuhan perikanan Desa Muara Kintap menjual hasil tangkapanya.

Alimuddin selaku Ketua Plt. HNSI ( Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia) Kab Tanah Laut, saat dikonfirmasi mengatakan, memang selama ini saya banyak menerima keluhan dari para nelayan yang merasa sangat kekurangan BBM jika ingin melaut.

Baca juga: Penipuan Dan Pengelapan Di Mega Finance Mencapai 1,2M Di Bongkar Polresta Mojokerto

Atas keluhan itu hari Senin yang lalu 11/10/2021 bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut Bapak H Junaidi, MKS membahas masalah BBM dihadapan masyarakat setempat dan Beliau akan berupaya semaksimal mungkin membantu.

Nelayan Muara Kintab Mengeluhkan Kekurangan BBM Subsidi Pada Saat Melaut
Nelayan Muara Kintab Mengeluhkan Kekurangan BBM Subsidi Pada Saat Melaut

Melalui Telpon, saya juga sudah berkomunikasi dengan petugas AKR yang ada di Banjarmasin Bayu Mirad. Beliau berterimkasih kepada HNSI atas info serta masukanya.” Kami akan menelpon pihak pengelola SPBN AKR yang ada di Desa Muara Kintap agar nelayan yang satu bulan melaut mendapat prioritas ”. Ujarnya

Alimuddin menambahkan, permasalahan BBM ini bukan hanya Desa Muara Kintap tapi ada juga keluhan di Desa Batakan. Desa Pagatan Besar, itulah satu PR kami.

Baca juga: https://www.beritasatu.com/nasional/857715/satpol-pp-dan-bpbd-harus-siaga-selama-libur-nataru

H.Arifin salah satu tokoh nelayan Muara Kintap mengatakan, setiap kami melaut selalu kesulitan membeli kekurangan BBM. Adapun jatah dari SBPN AKR itu tidak mencukupi, karena terbatas hanya dapat BBM Subsidi 100 Liter perkapal, sementara pemakaian kapal nelayan Tengiri itu 800 sampai 1000 Liter satu Kalam (22 Hari). Tandasnya.

Beliau juga menambahkan selama ini kekurangan jatah dari SPBN AKR kadang kami beli sama masyarakat lainya yang harganya lebih tinggi itupun kalau ada.

Selain keluhan masyarakat, Bu Eni pengelola SPBN AKR mengatakan, pernah kami dapat 8 tangki (40 Ton) Tapi sekarang ini sudah 4 Tangki ( 20 Ton). Pungkasnya. (Alimudin)