Masyarakat Nelayan Kelurahan Mantung, Harapkan Kepada Penegak Kukum Untuk Menghentikan Para Penambang TI Rajuk Dipulau punai.

Pengawalkebijakan.id – Bangka induk. hasil pantauan awak media Selasa 18 Agustus 2020 lalu, dilokasi laut pulau punai, laut kusam, laut berok dan laut batu dinding yang berjumlah ratusan Ponton tambang diduga iligal telah menghancurkan laut Tampa tersentuh oleh penegak hukum. Lokasi tersebut berada di kelurahan mantung kecamatan Belinyu kabupaten Bangka induk provinsi Bangka belitung, Rabu 19 Agustus 2020.

Menurut masyarakat nelayan setempat yang enggan disebut nama namanya, menyampaikan kekesalannya dengan adanya para penambang ilegal yang berada di kelurahan pulau punai dan sekitarnya. Menurut masyarakat nelayan para penambang sudah kelewatan batas, karena sudah mengganggu aktivitas para masyarakat nelayan, disebabkan sudah menuju jalur mereka mencari ikan, menggunakan pukat tarik, “ungkapnya di hadapan awak media.

Tambahnya para nelayan, “kami para nelayan benar benar merasa terganggu mencari ikat di laut, karena adanya tambang tersebut, mereka bekerja siang malam. Padahal untuk SPK mereka sudah habis, tetapi mereka tetap saja beraktivitas karena tambang tersebut diduga dibackup oknum penegak hukum, “tuturnya.

Saat disinggung apakah pernah melaporkan hal ini ke pemerintah atau ke penegak hukum?

Masyarakat nelayan katakan, “kami masyarakat para nelayan bersama sama sudah mendatangi polres Bangka, bupati Bangka, DPRD Bangka dan DPRD provinsi kepulauan Bangka Belitung, gubernur dan juga Kapolda. Dengan harapan kami para nelayan meminta keadilan dan untuk segera menutup tambang tersebut, karena tambang tambang tersebut sudah mengganggu aktivitas kami para nelayan. Tetapi hasilnya sampai sekarang tidak pernah ditindak lanjuti. dan yang aneh nya pak, kalau besok akan di adakan razia, para penambang sudah tau dan mereka pasti tidak bekerja inilah yang membuat kami menjadi heran, kok mereka bisa tau kalau akan di adakan razia.

Untuk harapan kedepannya para nelayan dan masyarakat yang berada di pesisir pantai kelurahan mantung, berharap kepada penegak hukum di pusat khususnya Mabes Polri, Kementerian Kelautan RI dan KPK RI serta  Kejaksaan Agung. Kalau bisa langsung Presiden RI untuk menangkap para penambang yang menghancurkan laut yang kami cintai ini. Kalau ini dibiarkan bagaimana nasib anak cucu kami untuk kedepannya, Sedang laut ini tempat kami mencari nafkah untuk anak istri kami,  “tuturnya.

Para nelayan kelurahan mantung sangat mengharapkan bantuan dari penegak hukum di ibukota Jakarta, mereka tidak pernah percaya lagi dengan adanya penegak hukum di provinsi kepulauan Bangka Belitung ini, sering kali mereka mengadu tetapi hasil nya nihil.

Lain halnya lurah mantung andi, saat di komfirmasi adanya pengaduan masyarakat para nelayan kepada awak media, terkait adanya tambang ilegal yang meresahkan para nelayan. Andi mengatakan, “warga mana pak?, Setau kami dari pihak kelurahan belum pernah ada warga yang melapor kepada pihak kelurahan. Kalau begitu suruh saja warga atau masyarakat para nelayan datang ke kantor kelurahan ini untuk melapor, nanti kami bisa laporkan ke pihak kecamatan dan Kapolsek setempat, “ucapnya.

Reporter : Syahrial, Editor : H. ADIL