LP.K-P-K SULBAR : Hentikan Renovasi Pembangunan LABKES, Ini Alasannya

cropped Mamuju LSM LPK KPK Minta Hentikan Sementara Renovasi Pembangunaan Labkes Sulbar

Pengawalkebijakan.id-SULBAR- Sejak Juli 2019 yang lalu renovasi bangunan Balai Laboratorium Kesehatan (LABKES) dan Transfusi Darah yang melekat di RSUD Provinsi Sulawesi Barat menggunakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2019 sekitar 14,3 Miliar diduga bermasalah.

Hingga berita ini diliris 2/10 oleh awak media belum juga tuntas dan menimbulkan tanda tanya besar, sehingga Rusdin Ahmad Ketua Komisi Daerah (KOMDA) LSM Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) sangat geram dengan para pemangku kebijakan didaerahnya. “ Ini ada apa?

Rusdin Ahmad mengatakan, proyek tersebut diduga tidak memenuhi persyaratan dokumen pengajuan proposal pembangunan Labkes dan Transfusi Darah Balai Labkes Sulbar sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor 605/ Menkes/ VII/2008 dan tidak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai mana yang diisyaratkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 50/PP 27/2012.

Sebagaimana juga dilansir dari Trans89.com renovasi pengembangan bangunan Balai Labkes dan Transfusi Darah yang dimenangkan oleh PT Tiga Bintang Griyasarana juga tidak memakai system SMK3, berdasarkan KAK Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, dimana harus menggunakan baja ringan, sementara di lokasi proyek ditemukan puluhan ribu batu merah.

“Parahnya lagi, nama paket renovasi dan pengembangan bangunan Balai Labkes dan Transfusi Darah kenyataannya di lokasi proyek nampak gedung laundry dan gedung gizi, nyata di lapangan tidak ada kegiatan renovasi yang ada adalah murni pembangunan baru gedung Labkesda,” papar Rusdin

Lanjut Rusdin, pembangunan Labkes dan Transfusi Darah diduga tidak direncanakan secara matang.

“Olehnya itu, kami meminta kepada aparat berwenang untuk menghentikan sementara proyek tersebut, sambil menunggu kelengkapan administrasi,” tegas Rusdin. (r/d-RUSDIN)