LP.K-P-K dan sejumlah LSM-Pers Sambangi BAWASLU Pertanyakan Proses Dugaan Money Politic dan PSU di Kab.Kepahiang

Pengawalkebijkan.id. Pelaksanaan PEMILU Serentak 2019 yang digelar 17/4/2019 diseluruh wilayah Indonesia telah berjalan dengan aman dan tertib, namun demikian masih meninggalkan berbagai permasalahan yang terkait dengan teknis pelaksanan untuk disikapi oleh KPU dan BASWALU, diantaranya laporan dugaan Money Politik oleh oknum CALEG dan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Maka secara khusus Kabiro Pengawal Kebijakan Provinsi Bengkulumemediasi temuan masyarakat atas pelanggaran PEMILU yang disampaikan langsung oleh Alamsyah ke BAWASLU setempat beberapa hari sebelumnya.

Imbas dari berbagai pelanggaran pelaksanaan PEMILU ini maka 25/4 Komisi Daerah Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) Peovinsi Bengkulu dan sejumlah wartawan dari berbagai media online dan cetak, mendatangi Kantor BAWASLU Kabupaten Kepahiang guna mempertanyakan sejauh mana proses kelanjutan dari pada laporan masyarakat.

Ketua Badan Pengawasan Pemilu (BAWASU) Kabupaten Kepahiang Rusman Sudarsono,SE didampingi Kasi Penindakan BAWASLU Kepahiang Zainal Spd ketika dikonfirmasi dikantornya, dengan tegas membenarkan  bahwa adanya laporan masyarakat dan untuk saat ini masih kita proses.Kita sudah memeriksa 12 (Dua Belas ) orang saksi “Harap sabar menunggu” Ujar Rusman

Terkait dengan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2, 3 dan 4 Desa Kampung Bogor

Rusman Heri juga membenarkan Hal seperti memang sudah biasa dilakukan dalam dunia politik hanya saja masyarakat Kabupaten Kepahiang yang terkejut dengan adanya PSU.

Ditanya mengapa sampai diadakannya PSU beliau menjawab

“Karena ada pelanggaran yang kita dapatkan kemarin yaitu ada  beberapa pemilih yang bukan warga Kampung Bogor tetapi mencoblos disana maka dari itu kita lakukan pemungutan suara ulang (PSU)”.Tegas Rusman (rd/Kabiro)