Ketum Ormas P3B Katakan, Tambang TI Ilegal Dilaut Pulai Punai Penegak Hukum
Babel Jangan Tidur.

IMG 20200821 WA0003 1

Pengawalkebijakan.id Bangka induk Maraknya tambang inkonvensional (TI) ilegal di laut pulau punai, laut batu dinding dan laut kusam Di keluran Mantung Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Induk Kepulauaan Bangka Belitung yang menjadi konflik Dikalangan warga dan para nelayan sampai saat ini diduga belum ada titik terang dan tegas dari penegak hukum di Bangka Belitung ( Babel ). terkesan tutup mata, Kamis 20 Agustus 2020.

Hari ini ketua umum ( Ketum ) Ormas pemuda Bangka Belitung bersatu (P3B) Mustari angkat bicara dengan adanya tambang TI ilegal di laut pulau punai iya katakan, Kenapa Penegak hukum dibabel
Ini banyak Tidur dan pemerintah juga terlalu banyak tidur dan DPRD juga ikut ikutan tidur

Tambahnya, Pemerintah dan penegak hukum harus mengayomi melayani masyarakat, tapi kenyataan nya
Dibabel ini begitu sangat bobrok dalam melayani masyarakat Ayo bangun semua nya dari tidur kalian jangan hanya makan gaji dari uang rakyat. “tegasnya

IMG 20200821 WA0004
Dokumentasi Foto Ketua P3B meninjau Tambang TI Diduga Ilegal

Iya katakan lagi, kami ormas P3B tidak Akan tinggal diam dan siap Akan melaporkan Ke jenjang yang lebih tinggi ke Pemerintah Pusat Dan kami bersama suara rakyat tidak akan percaya lagi kepada penegak hukum dibabel ini dikarenakan terkesan diam dan tutup mata.

Tegasnya, sudah jelas tambang ilegal telah berani melawan ketentuan hukum, dan UU kementrian Kelautan sesuai UU No.32 Tahun 2014 dan No 32 Tahun 2009 dan sesuai sanksi
Pidananya.

Saya sangat sedih dan sangat prihatin disaat rakyat membutuhkan penegak hukum di Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menuntut hak-hak mereka ternyata tidak di gubris atau didiamkan saja, sebenarnya ada apa, ini menjadi bahan pertanyaan kita, “ungkapnya Mustari selaku Ketua Umum ormas P3B kepada awak media.

Harapan Mustari, apabila laporan masyarakat ini tidak ditindak lanjuti maka kami selaku Ormas Pemuda Bangka Belitung Bersatu akan melakukan tindakan dan siap untuk unjuk rasa bersama masyarakat  kepihak pemerintah daerah terutama ke POLDA BABEL, GUBERNUR dan DPRD BABEL. Pokoknya kami tidak akan tinggal diam, dan meminta segera untuk di tutup tambang TI ilegal tersebut dikarenakan sudah merusak Alam dan melanggar Undang Undang di Republik Indonesia, “pungkasnya.

Reporter : Syahrial, Editor : H. ADIL