Kades Kombiling Di Sorot Tajam Oleh Ketua Komda LP. K-P-K SULBAR, Diduga Jual Pekarangan Dan Kantor Desa

cropped Foto Rusdin Ahmad Ketua KOMDA LP.K P K SULBAR 1

Pengawal Kebijakan. Mamuju– Kepala Desa Kombiling Kec.Pangale Kab.Mamuju tengah SULBAR telah di sorot tajam oleh Ketua Komisi Daerah (KOMDA) Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) Provinsi Sulawesi Barat (SULBAR) Rusdin Ahmad sebab hanya berpangku tangan tanpa ada tindakan yang tegas terhadap salah satu warganya di Desa Kombiling oleh ML yang diduga telah melakukan penjualan Lokasi pekarangan dan kantor Desa. Ironisnya Kades Kombiling Kec.Pangale tidak ada tanggapan serius pada kasus tersebut. Ada apa di balik semua ini?Pertanyaan besar yang disampaikan oleh Rusdin kepada awak media 4/10 di Mamuju.

Lanjut, dari data yang diperoleh, Ketua Komda LP.K-P-K SULBAR bahwa tanah Kas Desa yang terletak di Kampung Desa Kombiling Kecamatan Pangale menurut keterangan dari warga setempat, bahwa tanah tersebut beserta bangunan kantor Desa dahulunya pernah di masukan dalam laporan Kejaksaan yang di laporkan langsung sejumlah warga Kombiling. tapi kasus ini tidak ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Mamuju bahkan sampai saat ini dianggap kasus ini mati suri. Lagi-lagi ada apa dengan aparatnya?

Selanjutnya Data yang dihimpun di lapangan terkait jual beli tanah berdasarkan surat perjanjian jual beli yang dilakukan oleh oknum Muh. Lais 72 Tahun.  Pada Tanggal 2 Januari 2018 lalu, selaku pihak 1 (pertama) telah menjual lepas sebidang Tanah darat seluas125 Meter X 20 Meter dan bangunan di atasnya 7 Meter X 9 Meter dengan harga Rp. 40 Juta secara tunai kepada Sdr Abdul Umar 28 Tahun selaku pembeli pihak ke II (kedua) transaksi dilakukan

Hal tersebut tidak pernah dilakukan musyawarah dengan Asset Daerah, diduga penjualan tanah tersebut hanya dilakukan oleh Oknum Muh. Lais bersama konfirasinya.

Hingga Ketua Komda LP.K-P-K SULBAR Rusdin Ahmad beserta warga setempat Desa Kombiling Kec. Pangale sangat geram dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, segera menyikapi persoalan ini agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.

“Ini kan milik daerah dan sudah menjadi asset, kok bisa diperjual belikan begitu saja dan selama ini didiamkan begitu saja”, tanda tanya Rusdin.  

“ Olehnya jika benar ada pelanggaran hukum, Saya selaku Ketua Komda LP.K-P-K SULBAR bersama warga meminta segera diproses secara hukum”. Pungkas Rusdin.(Ammank-RM/RD)