08/10/2022
Jika Presiden Jokowi Berhasil dilengserkan Sekarang Diprediksi ini Yang Akan Terjadi

Hits: 93

Pengawal Kebijakan – Jakarta, Gagalnya Jokowi dilengserkan dalam demo BEM SI dan berbagai elemen mahasiswa serta masyarakat kemarin yang dipusatkan di depan pintu pagar DPR RI kemarin (11/4) tergantung dari sudut pandang mana kita mencermatinya.

Aksi Demo BEM beberapa hari yang lalu dan awalnya sangat mencuat untuk dilengserkan Jokowi via tagar #turunjkanjokowi menjadi “skenario” besar bagi para pendemo melakukan pergeseran titik demo dan pertajam tuntutan para pendemo, walaupun memang akan beresiko lebih besar dan disusupi oleh pihak-pihak tertentu.

Demo kemarin dukungan demo dari berbagai komponen mahasiswa yang tidak tergabung dengan BEM Seluruh Indonesia maupun BEM Nusantara terbelah misinya, kata Ade Armando yang sebelumnya akan menurunkan sekitar 1000 massa, namun dari pantauan awak media ternyata lebih dari 1000 massa, yang berdatangan dari bagai penjuru dari Jabodetabek dan mahasiswa dari daerah lain, dan tersebuar di  Monas,patung kuda, dan beberapa titik lainnya untuk mengarah ke titik kumpul Gedung DPR RI, hal ini tak pelak menimbulkan kemacetan diruas jalan protol hingga jalan tol nampak cukup padat.

Jika-Presiden-Jokowi-Berhasil-Dilengserkan-Sekarang-Diprediksi-ini-Yang-Akan-Terjadi-Foto-Demo-BEM-SI-11-Apirl-2022.jpg
Jika Presiden Jokowi Berhasil Dilengserkan Sekarang, Diprediksi ini Yang Akan Terjadi!-Foto Demo BEM SI 11 Apirl 2022

Terhadap perubahan strategi dan titik kumpul ini dijelaskan lebih lanjut oleh Luthfi Yufrizal Koordinator Demo sebagaimana telah dirilis oleh beberapa media dan intagram BEM SI, bahwa demo ini difokuskan kepada DPR RI, karena merekalan yang menggodok dan mengesahkan Undang-Undang serta agar mereka taat konstitusi.

BACA JUGA : Gabungan Komisi Pimpinan DPRD Menyerahkan Salinan LPKJ Bupati Kepahiang Tahun 2021

Selain itu tuntutan BEM SI yang sebelumnya 6 poin, pada tadi siang ini tinggal 4 point digaungkan para demonstrans dari sekitar 60 elemen kampus, sebagai berikut :

  1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
  2. Mahasiswa mendesak wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan di berbagai daerah dari 28 Maret 2022 hingga 11 April 2022.
  3. Mahasiswa menuntut agar wakil rakyat tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amendemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan presiden tiga periode.
  4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

Dalam kaitan aksi demo BEM SI ke target Gedug DPR RI, disini berjibaku para mahasiswa dengan aparat, karena terjadi doron-mendorong di depan pintu masuk DPR RI, hingga pagar bergoyang, ada beberapa orang mahasiswa panjat pagar untuk pasang spaduk dan aparat dari luar membuat blokade.

BACA JUGA : https://nasional.tempo.co/read/1581655/koordinator-bem-si-sebut-rumahnya-didatangi-orang-tak-dikenal-usai-demo-11-april

Maka pada momen ini pula para wakil ketua DPR RI menemui pendemo terdiri dari Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, Lodewijk F Paulus serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo naik ke mobil orasi demontrans.

Namun sayang setelah Kapolri menyampaikan pidatonya sekitar jam 15.35 WIB ada dari kerumunan mobil orasi melempar botol minuman sehingga terjadilah kericuhan yang mengakibatkan para demonstras dihadang dengan semporatan gas air mata serta beberapa orang mahasiswa terluka dan dengan sigap dibawa ke rumah sakit.

Kendati demikian ricuhnya, hal ini tidak lama setelah sekitar jam 16.30 WIB koordinator BEM SI dari mobil orasi menghimbau untuk segera bubar, juga aparat menghimbau semuanya membubarkan diri dengan tertib. Kendati demikian ada rekan-rekan mahasiswa yang belakangan bubar membakar ban bekas.

Tak ketinggalan demo hari ini ada seorang dosen UI bernama Ade Armando hadir ditengah kerumanan massa pendemo dan melakukan sesi wawancara dengan beberapa media, Namun sayang setelah itu terjadi insiden pengeroyokan kepada Ade yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu (Bukan Mahasiswa) yang saat ini sedang diburu oleh kepolisian.

Dia yang tampil gagah setelah wawancara di tengah massa, babak belur dan tinggal pakai kaos dan kolor hitam. Beruntung aparat segera mengamankan dia dari serbuan orang tertentu dengan tanpa ampun menonjok,diseret dari aspal hingga berdarah-darah.

Maka mencermati demo hari ini, Andi ARO Ketua Umum Komnas Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan sekaligus Pendiri Ormas Perhimpunan Masyarakat Indonesia Timur (PERMIT) serta pengurus LAMAHU pimpinan Dr.Ir.Fadel Muhammat,ketika dimintai tanggapannya soal demo hari ini menyatakan :

“Saya secara pribadi harus menyatakan bahwa demo mahasiswa BEM SI dan elemen mahasiwa tadi pagi hingga tadi sore (Menjelang Magrib) memberikan apresiasi atas strategi berdemo pada hari ini dan relatif terkendali, saya nyatakan keren, walaupun ada dinamika yang terjadi dikerumunan massa tapi itu tidak berpengaruh luas, kenapa demikian? “, ucap Andi.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa :

Pertama, Skenario demo hari ini, sesuai statemen mengabaikan tagar #turunkanjokowi dan ini terbukti. Jadi dalam hal ini mahasiswa konsisten dengan sikap dan paham betul tentang dampak sosial nanti.

Kedua, Mahasiswa sadari bahwa, Jokowi tidak akan mengangkangi konstitusi, kalo bukan MPR/DPR RI andai memaksakan amandemen UUD 1945 dan produk undang-undang lainnya hasil kerja anggota dewan, sehingga sangat elegan BEM SI membidik rumah rakyat sebagai sasaran menuangkan tuntutan mereka dan memastikan anggota dewan jangan coba-coba menyuguhkan “madu” kepada Presiden Jokowi apalagi jika tak terasa Jokowi diberikan “ Racun Politik” oleh kepentingan elite dan kelompok tertentu“.

Ketiga, Demo hari ini baru bersifat pemanasan, karena akan ada demo yang lebih besar jika empat tuntutan mahasiswa pada hari ini tidak diselesaikan oleh Presiden Jokowi dan para menterinya, juga anggota dewan harus bertanggung jawab atas berbagai undang-undang yang telah disahkan di dalam gedung yang megah dengan biaya dari uang rakyat.

Keempat, apa yang terjadi pengroyokan terhadap Ade Armando adalah sebuah musibah buat dia, bisa jadi ini dilakukan oleh orang tertentu yang tidak sepaham dengan berbagai statemen yang diucapkan oleh Ade, walaupun demikian saya menduga hal ini tidak ada campur tangan para mahasiswa dan ternyata demo ini disusupi oleh kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi.

Kelima, jika saya dibandingkan aksi demo mahasiswa hari ini di Jakarta lebih kondusif dari pada di aksi demo di daerah-daerah cenderung ricuh, misalkan demo mahasiswa di Palopo, Makassar- Sulawesi Selatan, Palu-Sulawesi Tengah,Bangkalan -Jawa Timur, Bundaran UGM, Jokja, Ambon dan dibeberapa daerah lainnya. Tapi saya tersanjung solidaritas mereka.

Keenam, Untuk yang terakhir ini, saya tidak bermaksud menakuti-nakuti atau mematahkan semangat rekan-rekan mahasiswa, ini hanya sekedar share saja atau memprediksi, andai jika hari ini Jokowi lengser, apakah akan menyelesaikan berbagai masalah kebangsaan? Maka menurut pendapat saya “ Tidak “, tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah kebangsaan, menurut saya dampaknya seperti ini :

  1. Akan menurunnya kepercayaan dunia internasional, investor dalam dan luar negeri akan ragu kemampuan bangsa ini.
  2. Dolar bisa berfluktuasi lebih tinggi
  3. Akan lebih banyak cost sosial politik yang akan dianggarkan nanti, sementara pemerintah saat ini telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk penanganan covid19 dan pemulihan ekonomi.
  4. Bergaruh terhadap ekonomi global dan domestik,apalagi perekonomian umkm dan warga jelata.
  5. Akan terjadi perebutan kekuasaan oleh para elit partai dan kelompok tertentu menjadi jadi presiden nanti,
  6. Jangan sampai generasi muda saat ini diwarisi oleh sikap arogansi para elite-tokoh politik dan kelompok tertentu yang mewariskan devide et empera punya Belanda.
  7. Dikhawatirkan kondisi Papua akan lebih bergejolak dan pengaruh Negara China yang telah mensupport beberapa mega proyek di Indonesia.

Akhirnya Andi Aro mengatakan : “Untuk memulihkan kondisi ini jika Jokowi dilengserkan diperkirakan butuh 10 sampai dengan 40 tahun, karena dampak reformasi dengan melengserkan Soeharto saja sudah 24 tahun saat ini, hanya menghasilkan #turunkanjokowi. Jadi kerja bangsa ini hanya fokus ganti presiden dan ganti presiden, kapan rakyat bisa makmur dan sejahtera seperti beberapa negara asia,khususnya negara tetangga? Saran saya berilah kesempatan pemerintahan ini sampai 2024 ini, Dan kalo mau bertarung secara fair, Pemilu 2024 adalah arenanya”Pungkas Andi.(2a)

 

 

Bagikan