Insan Pers Berduka atas Meninggalnya Mara Salem Harahap

IMG 20210619 WA0011

PengawalKebijakan.id- Insan Pers Berduka cita atas musibah yang menimpa Mara salem Harahap yang merupakan Pemimpin Redaksi (Pemred) media online Lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap yang tewas ditembak terkait pemberitaan. Seperti yang dilansir dari INDOZONE.ID pada Sabtu (19/6/2021), Penembakan terhadap wartawan Mara Salem Harahap di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sabtu dini hari (19/6/2021), menggemparkan dunia jurnalisme di Indonesia.

Jauh hari sebelum menjadi wartawan dan mendirikan media online Lasernewstoday, pria yang akrab disapa Marsal itu dulunya merupakan aktivis dan aktif di lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ia aktif di Lembaga Aspirasi Seruan Peduli Rakyat (Lasser) Siantar-Simalungun.

Marsal kerap berdemo dalam banyak kasus, mulai dari kasus di pemerintahan Kota Pematangsiantar hingga kasus di luar urusan pemerintahan.

Tahun 2014 lalu, misalnya, Marsal menjadi koordinator aksi saat berdemo di depan kantor BRI Siantar di Jalan Merdeka. Saat itu, ia dan kawan-kawannya mendesak pihak BRI agar menindak para debitur yang menggunakan Surat Hak Milik (SHM) hutan register 18 sebagai agunan.

Mereka membawa selebaran bertuliskan “Tegakkan UU Perbankan di Siantar-Simalungun” dan “Tindak Tegas Debitur Nakal”.

Beberapa oknum debitur tersebut, kata Marsal, memiliki SHM di kawasan hutan Regiter 18 Tanahjawa seperti Kok Liang, Barita Doloksaribu, dan Lele Tanjung cs.

Tanggapan Pihak Redaksi Lasser

Rizky, salah satu jurnalis Lasernewstoday, menyampaikan harapannya terkait kematian Marsal.

“Kami berharap pihak kepolisian dalam hal ini bapak Kapolri segera mengusut dengan serius atas pembunuhan pimpinan kami, dan mengungkap siapa pelaku & otak di balik peristiwa ini,” ujarnya saat dihubungi Indozone via WhatsApp.

Redaksi Lasernewstoday belum dapat menyimpulkan maupun menduga penyebab kematian Marsal.

Namun diakui Rizky, beberapa waktu belakangan sebelum Marsal ditembak, Lasernewstoday gencar memberitakan kasus peredaran narkoba di tempat hiburan malam Ferrari.

“Sampai skarang kita blum tau apa yg melatarbelakangi pembuhunah terhadap pimpinan kami. Tapi beberapa hari trakhir lassernews gencar memberitakan peredaran narkoba di trmpat hiburan malam ferarri,” kata Rizky.

Marsal tewas ditembak oleh OTK pada Sabtu dini hari (19/6/2021) dalam perjalanan pulang ke rumahnya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

IMG 20210619 WA0012

Marsal sempat dilarikan ke RS Vita Insani Kota Pematangsiantar, sebelum kemudian jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Menurut pihak RS Vita Insani, Marsal sudah meninggal dunia di jalan sebelum tiba di rumah sakit mereka.

Sumber Indozone menyebutkan bahwa sebelum ditembak mati, Marsal sempat memberitakan perihal keberadaan tempat hiburan malam yang baru dibuka di Kota Pematangsiantar.

“Gak tahu lah ya apa ada kaitannya dengan itu atau tidak. Yang pasti dia sempat memberitakan tempat-tempat hiburan malam itu sebelum ditembak ini,” kata sumber Indozone.

Pihak keluarga Marsal kini berharap pihak kepolisian bisa secepatnya mengungkap kasus ini dan menghukum pelaku seberat- beratnya.

Jurnalism : (SN).