DPD PSI JOMBANG MENGGALANG BANSOS KEDUSUN BELUK DESA JOMBOK KESAMBEN JOMBANG YANG TERDAMPAK BANJIR

PENGAWALKEBIJKAN.ID
Banjir setinggi 60 sentimeter merendam Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Banjir yang merendam ratusan rumah warga ini terjadi sudah 4 hari terakhir

Hari Minggu Tanggal 11Januari 2021 Bpk Malik Mahardika AR selaku ketua DPD PSI Jombang berkesempatan menggalang Bansos berupa Nasi dan Sembako guna dibagikan kepada Korban Banjir Di Dusun mbeluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, kegiatan bansos kali ini kami lakukan secara bertahap
Ada beberapa informasi dari warga setempat mengenai kurangnya pasokan obat-obatan berupa salep kulit, hal ini disebabkan karena air dari luapan banjir terkadang gatal jika mengenai kulit.

DPD PSI Jombang juga melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan Gratis, pembagian obat-obatan oleh Sis Irna Yahyu Nurdianti.
Banjir yang terjadi di perbatasan Jombang-Mojokerto dimulai sejak Minggu

(2/2) malam. Saat itu, hujan turun cukup deras sejak sore hingga malam hari. Intensitas hujan yang cukup tinggi itu mengakibatkan Sungai Avur Watudakon di desa tersebut meluap hingga ke pemukiman.

Ketinggian air di Dusun Beluk cukup bervariasi, mulai dari 10-60 sentimeter. Seperti di RT 03 RW 01 Dusun Beluk, ketinggian air terpantau hingga selutut orang dewasa.
Semoga banjir segera teratasi, karena banjir kali ini disebabkan kesalahan drainase Jalan Tol dengan sistem saringan karena hal tersebut air kerap meluap, kiranya pemerintah kabupaten Jombang dan pemerintah Propinsi Jawa Timur dapat menyelesaikan agar banjir tidak menjadi langganan jika terjadi hujan lebat setiap tahunnya.
“Minggu malam itu sudah mulai (banjir, red). Besoknya (Senin, red) mulai naik airnya hingga sekarang,” terang warga RT 03 RW 01 Dusun Beluk, saat diwawancarai di kediamannya,

Kondisi banjir yang terus meninggi ini,salah satu warga berencana untuk mengungsi. Ia terpaksa mengungsi karena terkendala kebutuhan air bersih di rumahnya. Ia juga khawatir dengan ketinggian air yang terus bertambah.

Di tahun sebelumnya, warga juga mengungkapkan bahwa ia bersama warga lainnya mengungsi ke rumah saudara yg tdk terdampak banjir

“Kalau sudah banjir seperti ini, dua tiga hari seperti ini ya mengungsi. Saya tahun kemarin mengungsi ke rumah saudara di Wates, Mojokerto,” ujarnya.

Selain Sulaiman, banjir hingga memasuki rumah juga dialami oleh Suwarti (67) warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. Di rumah Suwarti ini, tiga kamarnya tergenangi air setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimetermeter. Sejumlah prabotan seperti kasur, baju dan alat-alat elektronik terlihat diamankan di atas meja.

Meski air sudah mulai tinggi, namun Beberapa warga belum memutuskan untuk mengungsi. “Ini belum mengungsi. Nanti kalau tambah tinggi akan mengungsi,” kata Suwarti.

Sementara, Kepala Dusun Beluk Bpk Sustiyo Budiyanto menerangkan, banjir yang terjadi sudah terjadi 3 hari terakhir ini. Sedikitnya sudah ada sekitar 150 rumah yang terdampak.

“Kalau orang yang terdampak sekitar 170 KK (Kepala Keluarga),” bebernya.

Untuk saat ini, pemerintah desa setempat telah menyiapkan beberapa posko untuk melayani warga terdampak. Posko bencana didirikan di rumah Kasun Beluk, kantor Dusun Beluk dan kantor Desa Jombok.

Kita juga koordinasi dengan BPBD Jombang supaya dpt pasokan air bersih ungkapnya