KEJAKSAAN NEGERI KOTAMOBAGU TELAH MENGANTONGI NAMA-NAMA YANG DIDUGA MENYALAHGUNAKAN DANA DESA MEYAMBANGA

Screenshot 20211021 1539191
60 / 100

Laporan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun 2020 di Desa Meyambanga, kecamatan posigadan kabupaten Bolsel provinsi Sulawesi Utara pertanggal 07/07/2021 Ratusan Juta itu, yang diserahkan oleh Komisi Cabang (Komcab)
Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan ( LP.-K-P-K ) Bolsel ke Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah Daerah Bolsel kini sudah naik ditingkat penyidikan/sidik.

Komcab LP.K-P-K Bolsel pada selasa 19/10/2021 kemarin mendatangi Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga
menanyakan perihal perkembangan kasus penyalahgunaan Dana Desa di Meyambanga, kecamatan posigadan kabupaten Bolsel Provinsi Sulawesi Utara.

Saat ditemui Edwin B Tumondo S.H,M.H selaku Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga menyampaikan kepada Komcab LP.K-P-K Bolsel bahwa penanganan kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Meyambanga sekarang sudah naik ditingkat penyidikan/sidik. Jadi jika kemarin masyarakat mengetahui masih dalam tahap penyilidikan/lidik maka sekarang sudah naik ke tingkat penyidikan/Sidik.

Sekarang Cabjari Dumoga telah memanggil empat orang saksi untuk diperiksa diantaranya Kepala Desa,Sekretaris Desa,mantan Bendahara 2021, dan Kaur pemerintahanan yang dulunya juga sebagai Bendahara Tahun 2019. Akan tetapi pada waktu pemeriksaan Kepala Desa tidak menghadiri panggilan tersebut dengan alasan dalam keadaan sakit. (ditemui pihak Komcab LP.K-P-K Bolsel, 19/10/2021).

Lanjut Edwin B Tumondo S.H,M.H menyampaikan bahwa penyidik sekarang sudah mengantongi nama-nama yang diduga menyalahgunaan Dana Desa tersebut dan sudah mengetahui modus penyalahgunaan Dana Desa seperti apa, dan pasalnya Penyidik menemukan Laporan Fiktif dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) ditahun 2019-Tahun 2020, sehingganya Edwin B Tumondo S.H,M.H selaku Kacabjari Dumoga itu menharapkan kepada masyarakat tetap bersabar menunggu hasil pemeriksaan, Dan Cabjari Dumoga akan buktikan bahwa dugaan-dugaan “Tidak Percaya” masyarakat dalam penanganan kasus ini, akan memastikan bahwa pelaku-pelaku tersebut akan mendapatkan pertanggungjawaban di Hadapan Hukum. karena ini Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) maka kami perlu membutuhkan waktu untuk merangkumkan data pemeriksaan sampai benar-benar terpenuhi Barang Buktinya.

Ketua Timsus LP.K-P-K Sulut Raplin Pangemanan sangat mengapresiasi kinerja Kacabjari Dumoga dan Ketua Komcab Delvi Sastro Datuwela S.H dan Sekretaris Komcab Rusli Daintau S.Ip. Ketua Komcab Delvi Sastro Datuwela S.H yang saat itu didampingi Sekretaris Bolsel menemui Kacabjari Dumoga menyampaikan bahwa pihak LP.K-P-K akan terus membantu Cabjari Dumoga dalam penanganan kasus ini dengan memberikan satu alat Bukti yang nantinya juga akan memudahkan Cabjari Dumoga dalam mendapatkan petunjuk-petunjuk siapa aktor dari penyalahgunaan Dana Desa tersebut.-

(Raplin.sp)