Buntut Somasi LP.K-P-K Kab.Muara Enim, Bupati Lakukan Sidak

Foto Bupati Muara Enim sidak dilokasi pencemaran air

Foto Komcab LP.K P K Muara Enim berkonsoltasi dgn pejabat balai lingkungan hidup

Pengawalkebijakan – Muara Enim. Kita telah mengetahui arti atau makna dari pencemaran yang pada intinya adalah dimasukkannya sesuatu yang dapat menyebabkan materi awalnya menjadi berkeadaan tidak baik dan menyimpang dari

fungsi yang sebenarnya. Sementara itu sesuatu yang dapat menyebabkan pencemaran ini sangat beragam, yakni bisa berupa makhluk hidup, zat, energi maupun komponen- komponen lain. Sesuatu yang menyebabkan pencemaran ini biasanya disebut dengan limbah. Limbah ini dapat kita temukan dalam keseharian kita. bahkan apa saja aktivitas manusia, sangat berpotensi menghasilkan limbah.

foto LP.K P K Komcab Muara Enim mendampingi Plt Bupati Muara Enim sidak dilokasi pencemaran airLimbah sendiri dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya adalah limbah rumah tangga dan juga limbah industri atau limbah pabrik/Pertambangan.  Seperti halnya namanya, limbah rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga manusia sehari- hari. Beberapa aktivitas manusia yang menghasilkan limbah antara lain adalah mencuci, baik piring maupun pakaian dan memasak. Sementara yang dimaksud limbah pabrik/Pertambangan adalah segala barang usang dari pabrik/ Pertambangan yang sudah tidak dipakai lagi yang berbentuk padat, cair maupun gas, apalagi tidak diolah dengan baik akan sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar.

Limbah Pertambangan ini terjadi di Kabupaten Muara Enim, khususnya di lingkungan PT. Sriwijaya Bara Priharum (PT.SBP) di Desa Penyandingan. Kecamatan Tanjung Agung. Kab.Muara Enim telah dilakukan investigasi oleh Komisi Cabang Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilann (LP.K-P-K) Kab.Muara Enim, kondisi limbahnya sangat kotor/warna pekat yang mengalir di aliran sungai yang sudah mencemari dua aliaran sungai, yang selanjutnya LP.K-P-K melakukan somasi pada tanggal 20 Agustus 2020 kepada PT.SBP dan tembusan surat hingga ke Bupati, Balai Lingkungan Hidup dan Instansi terkait.

Buntut dari somasi LP.K-P-K Kab. Muara Enim yang didampingi oleh Agana Tuasikal / TIMSUS LP.K-P-K Pusat, hingga H. Juarsah S.H, Plt Bupati Kab.Muara Enim bersama jajarannya melakukan sidak di lokasi dampak limbah pada tanggal 25/8/2020 bersama rombongan.

Saya lihat untuk proses penjernihan di kolam area pertambangan masih kurang dan seharusnya sebelum masuk ke sungai harus ada proses penjernihan sesuai aturan. Ujar Juarsah.

” Saya minta dalam waktu dekat proses penjernihan ditingkatkan dan kolam pengendapan lumpur segera ditambah sesuai porsi peraturan pertambangan sehingga airnya nanti jika keluar dari pertambangan sudah menjadi air baku mutu ramah lingkungan”, pungkasnya.

Agana Tuasikal yang didampingi Ketua dan Sekretaris KOMCAB LP.K-P-K Kab. Muara Enim, Rizal Fauzi,SE dan Anggar Sariandi “ kami akan terus mengawal kasus limbah ini sampai tuntas serta menyampaikan aspirasi masyarakat yang terkena dampak pencemaran air sungai, tutur Agana.

Editor : H.Adil