19/05/2022
Bungkam-Kebebasan-Pers-Ratusan-Wartawan-dan-Media-di-Bengkulu-Demo-Kantor-Gubernur-Bengkulu-foto-demo-hari-ini.jpg

Bungkam Kebebasan Pers, Ratusan Wartawan dan Media di Bengkulu Demo Kantor Gubernur Bengkulu-foto demo hari ini

Pengawal Kebijakan-Bengkulu.Ratusan Jurnalis dan pengusaha Media online yang tergabung dalam Forum Media Masa Bengkulu, Mengadakan aksi demo di depan Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu dengan atas kebebasan pers di Bengkulu terkait atas terbitkan peraturan gubernur Bengkulu (Pergub) No 31 tahun 2021 lalu.

Forum Media Masa Bengkulu (FMMB) yang hadir pada ini antara lain.Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Mukomuko dengan lantang berorasi menyampaikan Inspirasi mereka terkait masalah Pergub Nomor 31 Tahun 2021, pada 22/3 .

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demonstrasi, Anjang Sumitro akrab dipanggil Dadang mengatakan aksi demonstrasi ini menuntut Gubernur Bengkulu untuk mencabut Peraturan (Pergub) Bengkulu Nomor 31 Tahun 2021.

Bungkam-Kebebasan-Pers-Ratusan-Wartawan-dan-Media-di-Bengkulu-Demo-Kantor-Gubernur-Bengkulu-Foto-Cover-PERGUB-Bengkulu.png
Bungkam Kebebasan Pers, Ratusan Wartawan dan Media di Bengkulu Demo Kantor Gubernur Bengkulu-Foto Cover PERGUB Bengkulu

Baca Juga : Kepala Otorita IKN Akan Susun Organisasi yang Lincah dan Bertata Kelola Baik

“Kami menilai terbitnya Pergub tersebut adalah upaya Pemerintah Bengkulu membungkam hidup dan kehidupan Pers di Provinsi Bengkulu. Selain itu, Kami menilai Pergub tersebut memihak dan menguntungkan media penguasa serta menutup ruang gerak perusahaan media kecil,”. Kata Dadang.

Dalam tuntutan mereka antara lain :

1. Cabut Peraturan Gubernur (Pergub) Bengkulu Nomor 31 Tahun 2021;

2. Hapuskan Aturan Verifikasi Administrasi  Media dan UKW Dewan Pers di pergub no 31 tahun 2021 karena bertentangan dengan konstitusi amanah UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers;

3. Meminta seluruh OPD dan FKPD, se-Provinsi Bengkulu tidak berpedoman pada Pergub Nomor 31 Tahun 2021 sebagai dasar bermitra dengan perusahan media karena Pergub tersebut dalam proses upaya perlawanan hukum.

4. Meminta seluruh kepala Daerah se-provinsi Bengkulu untuk tidak membungkam kebebasan Pers dengan menerbitkan aturan yang sama dengan Pergub Bengkulu No 31 Tahun 2021;

5. Menolak segala bentuk pembungkaman kebebasan Pers.

Akhirnya aksi tersebut ditanggap baik oleh Asisten II dan Plt kadis Kominfo Provinsi Bengkulu lantaran gubernur Bengkulu sedang dinas luar. Hal tersebut para aksi tergabung Forum Media Masa Bengkulu (FMMB)

“Kita mengapresiasi kehadiran kawan-kawan media yang merasa dirugikan atas terbitnya Pergub No 31 tahun 2021,” ungkap Asisten II Fachriza.

Menurut Asisten II H. Fachriza, hal tersebut sangat bagus sebuah bentuk koreksi bagi pemerintah provinsi Bengkulu. Terlebih, pemerintah memang membutuhkan kontrol dari semua pihak dalam setiap produk hukum dan kebijakan-kebijakannya lainnya.

” Ini nanti kita akan laporkan ke Gubernur dengan segala perkembangannya nanti kita akan sampaikan,” tegas H. Fachriza.

Baca Juga : https://www.lazada.co.id

Sementara Ketua koordinator FMMB Ajang Sumitro mengatakan, bahwa FMMB hanya menuntut dicabutnya Pergub No. 31 tahun 2021 karena dianggap tidak memiliki dasar hukum dan bertentangan dengan UU kebebasan pers dan.

“Kami meminta pergub nomor 31 tahun 2021 segera dicabut, karena sebuah bentuk pembungkaman kebebasan pers dan mematikan para pemilik media yang ada di Bengkulu. Diduga prodak pergub ini menguntungkan para media- media penguasa, ” ungkap Anjang Sumitro.

Ia menyampaikan, kami meminta pemerintah Provinsi Bengkulu segera mencabut pergub ini, jika tidak ada tanggapan kita akan melakukan manuver lainnya ke depan.(ancaJW)

 

 

Bagikan