Bripka Agus Dalang Sangat Totalitas Dalam Membina Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara

Potret Bripka Agus

Potret Bripka Agus

88 / 100

http://pengawalkebijakan.id Kediri-Jatim. Di sela-sela kesibukan sebagai anggota Polisi, Bripka Agus Dalang sosok Bhabinkamtibmas Desa Surat Polsek Mojo Polres Kediri Kota punya concern terhadap pelestarian budaya. Dengan menjalankan tugas pembinaan sekaligus membentengi pemuda desa supaya terhindar dari jeratan narkoba dan Perkelahian antar perguruan Silat yang marak saat ini.

Polisi yang tenar dengan sebutan “Agus Dalang” ini berdinas di sebagai Bhabinkamtibmas Desa Surat Polsek Mojo Polres Kediri Kota ini totalitas dalam mengembangkan seni tradisional Jaranan serta mendirikan Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara dan membantu mencarikan panggung. Tidak hanya itu, dia berusaha menyempatkan hadir saat pemain jaranan manggung. Selalu bisa hadir untuk memberikan semangat dan bantuan moral. ”Kalau untuk urusan melestarikan tradisi, atasan ndak mungkin marah to,” seloroh Bripka Agus Dalang, lantas tertawa lepas.

Potret Bripka Agus Saat Latihan
Potret Bripka Agus Saat Latihan

Agus Dalang, bapak dua anak ini juga hadir ketika mereka berlatih seminggu sekali di akhir pekan. Kebetulan, tempat latihan itu di Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara yang terletak di samping balai desa Surat Mojo. Tak jarang aparat desa mulai bapak lurah sampai perangkat desa tingkat Pak RT juga turut hadir

Namun, perjalanan mengurus Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara bukan tanpa kendala. Bripka Agus Dalang mengakui untuk mengajak pemuda desa agar melestarikan budaya indonesia apalagi sekarang ini banyak sekali budaya luar yg masuk ke Indonesia yang menghilangkan norma norma baik.

BACA JUGA : Sosok Agus Dalang, Anggota Polres Kediri Kota Pembina Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara | beritajatim.com

Potret Bripka Agus Saat Latihan di Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara
Potret Bripka Agus Saat Latihan di Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara

Meski begitu, Bripka Agus Dalang tetap berusaha. Dia tidak mau main-main dalam mengurus sanggar. Saat ini sanggar tersebut memiliki 100 member yang mayoritas dari pemuda Desa Surat Mojo. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai penggiat seni, pegawai, anak sekolah, hingga mahasiswa.

Ada juga anak jalanan yang bergabung . Tak pelak, dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengawasi mereka satu per satu. AGUS Dalang tidak ingin anggotanya, khususnya anak-anak, terlibat dalam pusaran kelam obat-obatan terlarang. Sebaliknya, kesenian harus bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berbuat lebih baik. ”Dulu ada yang sukanya minum pil koplo,” ungkapnya.

Bripka Agus Dalang tak lantas memenjarakan anak tersebut. Dia memilih untuk menampungnya di sanggar itu. Lalu, secara perlahan, anak tersebut dibina untuk ikut melestarikan budaya. ”Alhamdulillah, dia sekarang sembuh dan tidak kepikiran kembali menggunakan pil koplo atau narkoba,”tuturnya

Baca juga: http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/kepedulian-aipda-agus-dalang-budiono-terhadap-pelestarian-budaya/

Potret Bripka Agus Saat Sedang Melatih
Potret Bripka Agus Saat Sedang Melatih

Pendekatan yang digunakan memang didasarkan semangat kekeluargaan. Meski bertubuh kekar, Agus Dalang sebenarnya adalah sosok yang lembut. ”Paling penting jaga kekompakan dan seduluran saja,” lanjutnya.

Dimasa Pandemi saat ini kami fokuskan dalam hal pembinaan dan terus mengasah kemampuan, walau untuk pertunjukan masih dilarang dikarenakan pencegahan penyebaran Covid, namun untuk latihan rutin tetap kami gelarkan selain itu juga sebagai sarana silaturahmi serta Himbuan Kamtibmas, tandasnya.