Andi Aro KETUM LP.K-P-K, Hasil Quick Count hanya sebagai referensi, Tunggu hasil Rekapitulasi Suara resmi dari KPU

Pengawalkebijakan.id – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 17 April 2019 kemarin, telah dilakukan Pesta Rakyat, PEMILU serentak memilih Presiden/Wakil Presiden RI dan memilihan Angotta Legislatif DPR-RI,DPD,DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten-Kota. Ini adalah torehan sejarah demokrasi Bangsa Indonesia melakukan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Anggota Legislatif secara bersamaan.

FOTO ANDI ARO KETUM LP.K P K 1 1

Hal ini mendapat apresiasi dari berbagai Negara diberbagai belahan Negara Internasional dan bukan saja itu, mereka kagum pelaksanaan PEMILU Indonesia berjalan dengan aman dan damai. Maka tak pelak, ini menjadi contoh peradaban demokrasi dunia melirik Indonesia.

Bagian dari PEMILU tersebut, tentu seluruh warga Indonesia yang telah melakukan haknya untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Rakyat di Parlemen, penasaran ingin tahu siapa yang mendapat suara rakyat terbanyak saat ini. Nah…dalam decade pesta PEMILU tahun ini, Quick Count (Hitung Cepat) yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey saat ini, menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan informasi awal atas hasil hitung cepat sementara terhadap suara rakyat terhadap CAPRES/CAWAPRES 01 dan 02.

Hasil Quic Count (QC) menjadi bagian dari dinamika demokrasi bangsa Indonesia, dan hasil cepat inilah menjadi trending topic terkini. Karena dari 40 Lembaga Survei yang telah diverifikasi oleh KPU, ada 10 Lembaga survey yang telah merilis hitung cepat, semuanya menampilkan keunggulan perolehan suara 54% untuk Jokowi-Makruf dan 46% untuk Prabowo-Sandi. Dengan demikian Jokowi-Makruf bakal terpilih sebagai Presiden/Wakil Presiden PEMILU 2019 versi Quick Count. Sementara Prabowo-Sandi telah melakukan deklarasi kemenangan sudah 3 kali ketika berita ini rilis dan mengklaim sebagai Presiden/Wakil Presiden yang akan datang karena mendapatkan 64% dari hasil Exit Poll yang dilakukan oleh lembaga survey  Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dan hasil Exit Poll/Real Count yang dilakukan oleh Internal BPN Prabowo-Sandi.

Dengan hasil hitung cepat tersebut, menimbulkan friksi ditingkat elit dan pendukung. Padahal sebernarnya Quick Count bukan hasir Real Count dari Komisi Pemilihan Umum. Namun sayang, hasil QC oleh sebagian masyarakat awam, terutama yang tidak puas saling sahut-sahutan di media social, dan dikwatirkan menyulut ke basis massa.

Maka berkaitan dengan friksi terhadap QC dan dinamika politi terkini dan Proses hasil PEMILU yang sedang berlangsung saat ini, Andi Aro Ketua Umum Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) angkat bicara. “ Saya menghimbau rekan-rekan pengurus Anggota LP.K-P-K se Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia, agar bersabar menunggu hasil rekapitulasi suara nasional yang akan diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum”

“Saya juga menghimbau kepada rekan-rekan LP.K-P-K untuk mengawal PEMILU 2019 khususnya mengawal tahapan perhitungan suara dari TPS kemarin, Tingkat Kecamatan, Kabupaten-Kota, Provinsi dan Nasional, sampai dilantiknya Presiden/Wakil Presiden terpilih. Serta jangan memprovokasi dan melakukan tindakan anarkis” Ujar Andi di Kantor Redaksi Pengawal Kebijakan.id – Bogor. (rd/a2)

alur rekapitulasi suara pemilu 2019 lp.kpk OK 1