19/05/2022
Akhirnya...Ir_.Faaz-Penghina-Ketum-APKOMINDO-Tempatnya-Di-Lapas-Wirogunan-Yogya-f01.jpg

Akhirnya...Ir.Faaz Penghina Ketum APKOMINDO Tempatnya Di Lapas Wirogunan Yogya-f01

Pengawal Kebijakan –Setelah melalui proses sidang yang cukup panjang, terpidana kasus penghinaan Ketua Umum APKOMINDO melalui media sosial facebook dijebloskan ke bui. Ir.Faaz akan dieksekusi Jaksa ke Lapas Wirogunan Yogyakarta kamis pekan ini setelah upaya kasasinya kandas di Mahkamah Agung dan putusannya dinyatakan inkrah.

“Karena yang bersangkutan tidak menjalani tahanan maka tugas kami melakukan eksekusi setelah perkaranya inkrach dan berkekuatan hukum tetap,”ujar Jaksa Penuntu Umum (JPU) Retna Wulaningsih SH MH kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (9/4/2022).

Akhirnya...Ir_.Faaz-Penghina-Ketum-APKOMINDO-Tempatnya-Di-Lapas-Wirogunan-Yogya-f02.jpg
Akhirnya…Ir.Faaz Penghina Ketum APKOMINDO Tempatnya Di Lapas Wirogunan Yogya-f02

Dalam perkara tersebut di atas, terpidana Ir.Faaz dijatuhi vonis tiga bulan penjara sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta yang menjatuhkan vonis pada 7 Januari 2020 dan dikuatkan Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada 27 Februari 2020, serta permohonan kasasinya telah ditolak pada 04 Februari 2022.

Baca Juga : Gabungan Komisi Pimpinan DPRD Menyerahkan Salinan LPKJ Bupati Kepahiang Tahun 2021

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam perkara Nomor 249/Pid.Sus/ 2019/PN Yyk, Majelis Hakim diketuai Ida Ratnawati,SH.MH menyatakan terdakwa Ir.Faaz telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja serta semena-mena mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sebagaimana dalam dakwaan Penuntut Umum.

Dalam kaitan perkara ini, terpidana Ir.Faaz melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Soegiharto Santoso bersama-sama dengan Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi yang disidangkan secara terpisah dengan perkaraNomor199/Pid.Sus/ 2020/ PN Yyk.

Kedua orang tersebut didakwa karena menghina korban Soegiharto Santoso alias Hoky melalui media sosial akun facebook group Apkomindo. Di mana saat ini perkara pidana Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi sedang dalam proses kasasi di Mahkamah Agung,  karena sedang mengupayakan banding dengan perkara Nomor54/PID.SUS/ 2020/ PT YYK tidak berhasil. Diperkirakan terdakwa Rudy akan mengalami nasib yang sama seperti Ir. Faaz yang terbukti bersalah.

Selaku korban, Soegiharto Santoso yang juga berprofesi sebagai wartawan mengaku lega karena kasus yang dilaporkannya sejak tahun 2017 dengan laporan polisi Nomor LP/ 362/ VII/ 2017/ DIY/ SPKT Polda DIY akhirnya berkekuatan hukum tetap.

Hoky yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia, mengatakan, sesungguhnya pihaknya pada waktu lalu tidak punya niat untuk melaporkan Ir.Faaz dan kawan-kawannya atas penghinaan dan pencemaran nama baik melalui akun facebook.

Namun Hoky mengaku terpaksa membuat laporan polisi karena Ir. Faaz CS melakukan rekayasa hukum di Bareskrim Polri sehingga dirinya sempat ditahan selama 43 hari. Pihak Faaz juga membuat laporan NomorLP/ 109/ V/ 2017/ SPKT di Polres Bantul tanggal 24 Mei 2017 dengan Pasal 351 KUHP yang menjadikannya sebagai tersangka penganiayaan berat, padahal tanpa visum dan tidak ada alat bukti yang cukup.

Untuk menghadapi kasus itu Hoky melakukan Praperadilan terhadap Kapolres Bantul dengan perkara Nomor3/Pid.Pra/ 2018/ PN Btl di PN Bantul, dimana akhirnya pasal pidana diganti menjadi Pasal 352 KUHP, dengan alasan penyidik salah menerapkan Pasal.

Dari catatan Hoky, Ir. Faaz dan kelompoknya pernah 5 kali membuat Laporan Polisi terhadap dirinya yakni LP Nomor 503/ K/ IV/ 2015/ RESTRO JAKPUS, LP/ 670/ VI/ 2015/ Bareskrim Polri, LP Nomor TBL/ 128/ II/ 2016/ Bareskrim Polri, LP Nomor LP/ 392/ IV/ 2016/ Bareskrim Polri, dan LP Nomor LP/ 109/ V/ 2017/ SPKT, Polres Bantul.

Selain laporan kriminalisasi terhadapnya, kubu Ir.Faaz juga melayangkan sejumlah gugatan di sejumlah Pengadilan terkait kepengurusan APKOMINDO. “Ir. Faaz dan kelompoknya akan menuai apa yang mereka taburkan, karena saat menggugat itu diduga menggunakan dokumen palsu,”ungkap Hoky.

Marhaban Ya Ramadhan Oleh Hernawan,S.PKP Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang

Untuk itu Hoky mengaku telah membuat LP dengan NomorLP/ B/ 0117/ II/ 2021/ Bareskrim, tertanggal 17 Februari 2021 atas laporan palsu dari kelompok Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi dan Terpidana Ir.Faaz dan laporan NomorLP/ B/ 5725/ XI/ 2021/ SPKT/ POLDA METRO JAYA, tanggal 15 November 2021, atas dugaan menggunakan dokumen palsu dalam gugatan perkara Nomor 633/Pdt.G/ 2018/ PNJKT.SEL. di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemudian kasusnya sudah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya kepada pihak Polres Jakarta Selatan.

Baca Juga : https://www.shopee.co.id

“ Saya heran Ir. Faaz tidak punya niat berdamai meski pihaknya sudah beberapa kali menyarankan agar berdamai dan meninggalkan kelompoknya serta mencabut surat kuasa di PN JakSel karena diduga menggunakan dokumen palsu tapi tetap saja dia menolak,”ujar Hoky.

Dia menyayangkan sikap Faaz yang tidak mau berdamai. Padahal dari awal saya membuka ruang untuk berdamai, nah sekarang akibatnya dipenjara maka biasnya akan menanggung beban dan malu besar adalah pihak keluarga.”Saya berharap setelah merasakan sel tahanan Ir. Faaz merubah sikap dan pola berpikir,” pungkasnya. *2a

 

Bagikan