Libas Rentenir Bertopeng Koperasi, TIMSUS LP.K-P-K Jawa Tengah Sepakat Bentuk Satgas Koperasi

TIMSUS LP.K P K Jawa Tengah Bagian Barat

Pengawal Kebijakan – Temanggung, Dinas Koperasi diharapkan pro aktif mengawasi menjamurnya koperasi berkedok rentenir nakal. Untuk itu perlu adanya tim satuan tugas pengawas dari beberapa unsur lembaga.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Khusus (TIMSUS) Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) Wilayah Jawa Tengah Bagian Barat Sugi Ahmad Sodikin saat Rakor bersama Komisi Cabang seluruh Kabupaten wilayah Se-Jateng Barat, Kamis (18/6/2021) di Temanggung.

Sasaran pengawasan adalah kepatuhan koperasi menerapkan peraturan perundang-undangan dan AD/ART koperasi, persoalan bunga berbunga dan lainnya yang meresahkan masyarakat.

Sugi Ahmad Sodikin menegaskan, harus ada solusi nyata dalam kasus ini. Poin harus membentuk satgas koperasi dipercepat. Beberapa unsur lembaga juga harus  siap mengawal proses tersebut jika ada kendala.

“Kita akan kawal, karena jika dibiarkan merugikan banyak orang. Nanti mana saja koperasi yang dimonitoring melakukan pelanggaran tolong berikan catatannya ke pihak kami (LP.K-P-K),” tegas Sugi.

Sugi berjanji akan mencoba mengambil langkah ini untuk  terus mengawasi proses pembentukan satgas, harapannya jika ada koperasi yang semena-mena dan melanggar aturan harus diberikan sanksi tegas.

Kasus-kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir harus segera dituntaskan dan tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Tujuan dibentuknya SATGAS KOPERASI yaitu agar bisa mengetahui langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Diskoumdag dalam menuntaskan permasalahan yang terjadi,” imbuhnya.

Ketua Komisi Cabang (KOMCAB) LP.K-P-K Kabupaten Temanggung, Edi Ismail mengutarakan, harus ada ketegasan dan tindak lanjut dari diskoumdag mengatasi koperasi abal-abal yang semakin menjamur. Jika tidak masalah ini bakal berkembang terus sehingga semakin meresahkan.“Harus ada langkah tegas, segera bentuk satgas dan diskoumdag menghentikan dahulu operasional koperasi yang tak mengantongi izin serta tak sesuai azas koperasi,” tegas Edi.

Senada,  KOMCAB LP.K-P-K Kabupaten Wonosobo Sapuan Winoto menegaskan, jika memang di Wonosobo banyak KSP atau KSU yang secara struktur dan kepengurusannya tidak sesuai dengan aturan serta azas koperasi. “Dinas jangan hanya menunggu, kalau tidak ada rem dan rambu-rambunya bakal semakin besar masalah ini. Dimana peran dinas yang menaungi,” keluh Ketua Komcab kabupaten Wonosobo ini. “Tolong diskoumdag konsen menyelesaikan ini. Jangan ada pembiaran dan jadi wabah baru,” imbuhnya.

Diskoumdag Kabupaten Wonosobo sampe berita ini diturunkan belum ada konfirmasi.

Saya sangat mendukung jika SATGAS KOPERASI segera dibentuk. Saya mengapresiasi dan mendukung.Ujar Uka yang mengaku nasabah koperasi bermasalah.

Untuk merealisasikan pembentukan satgas, butuh dukungan bersama. Sekarang pihaknya sudah berkoordinasi dengan bagian hukum untuk merumuskan.

“Kami tak tinggal diam, sesuai SOP kita sudah koordinasi dengan bagian hukum, kan harus ada centelan aturannya dalam pembentukan satgas. Lalu segera kita konsultasikan ke tenaga ahli terkait beberapa aturan prosedural apa saja pelanggaran aturan KSU agar tepat nanti aturannya,” tegas Sugi.

Dalam waktu dekat, diskoumdag segera menurunkan tim untuk melakukan monitoring ke semua KSU. Secara garis besar, diskoumdag sebenarnya sudah melakukan pengawasan, tetapi fungsinya sebatas pembinaan dan administrasi. jelasnya.

Kedepan kalau tetap tak mengindahkan kita tindak tegas. Kami pun sepakat ada pembentukan satgas pengawasan untuk membantu kinerja.

Harapannya kita bisa memetakan banyaknya koperasi yang dipakai koperasi tapi kenyataanya berkedok rentenir. Dia berkeinginan agar nanti koperasi yang ada di Kabupaten Wonosobo bisa sesuai jati diri koperasi mengedepankan azas kekeluargaan.

“Jika menutup langsung kita tak bisa, harus ada tahapan. Intinya kita satu visi kedepan semua KSU/KSP harus tertib,” terang Sugi

“Sebagai wujud kepedulian kami, makanya LP.K-P-K ingin mengajak seluruh jajaran yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas”,pungkasnya.(eko bewok).