Resmi, Pemerintah Kota Pagar Alam Melarang Hajatan Jika Melanggar Akan Kena Sanksi

Spread the love

Pengawal Kebijakan,Pagar Alam – Indonesia saat ini masih terus berjuang melawan ganasnya wabah covid-19, berbagai cara telah di lakukan termasuk mencari & melakukan penelitian dalam pengembangan vaksin untuk mengatasi wabah tersebut.

Seperti halnya yang telah di lakukan pemerintah Kota Pagar Alam provinsi sumatera selatan, tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kssehatan demi mengendalikan wabah tersebut.

Banyak hal yang telah di lakukan, dari lenerapan disiplin penggunaan masker serta menghimbau agar tidak berkerumun dan berkumpul.

Namun, meskipun demikian kesadaran masyarakat di lingkungan Kota Pagar Alam akan ketertiban mengikuti protokol kesehatan covid-19 masih sangat minim sehingga jumlah pasien positif covid-19 di lingkungan Kota Pagar Alam kian bertambah.

Menanggapi hal ini WaliKota Pagar Alam Alpian Maskoni kembali menerbitkan surat edaran. Namun surat edaran tersebut berisi beberapa larangan dan akan ada sanksi bagi pelanggar.

Surat Edaran, nomor : 000/SE/2966/SD.IV/2020. Adapun poin-poin dari surat edaran tersebut :

  1. Terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2020 s/d tanggal 01 Desember 2020 Dilarang melaksankan persedekahan/hajatan yang menyebabkan berkerumunnya masa atau berkumpulnya orang banyak.
  2. Sebelum tanggal 19 Oktober 2020, kegiatan resepsi persedekahan/hajatan khusunya resepsi pernikahan atau sejenisnya dapat di lakukan dengan mengikuti prosedur berikut :
  3. Menerapkan protokol kesehatan (menyiapkan tempat cuci tangan & hand sanitizer tidak bersalaman, memakai masker dan menjaga jarak).
  4. Konsumsi untuk tamu undangan di berikan oleh panitia dan atau dengan membagikan nasi kotak dengan di awasi satuan pol pp dan dinas kesehatan Kota Pagar Alam.
  5. Tidak mengadakan acara resepsi secara resmi.
  6. Pembatasan tamu undangan yakni 50% dari kapasitas tenda atau gedung.
  7. Tidak di perkenankan menyelenggarakan hiburan yang menggunakan alat musik elektronik yang dapat berkumpulnya orang banyak.

 

  1. Pelaksanaan akad nikah di laksanakan di kantor urusan agama.
  2. Kepolisian resor Kota Pagar Alam tidak akan mengeluarkan izin keramaian bagi warga yang akan melaksanakan hajatan dalam bentuk apapun.
  3. Pelaksanaan ta’ziah pada musibah kematian harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak saat melaksanakan sholat jenazah dan di harapkan tidak mengadakan acara pelepasan jenazah.
  4. Pelaksanaan ibadah bagi seluruh umat beragama harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menjaga jarak antar jamaah.
  5. Para Camat, Lurah, Ketua RW dan Ketua RT untuk terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan pada masyarakat di lingkungan masing-masing.
  6. Bagi pelanggar protokol kesehatan akan di kenakan sanksi berupa hukuman kerja sosial hingga sanksi denda sesuai dengan peraturan waliKota Pagar Alam nomor 30 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi Corona Virus Disease 2019 di Kota Pagar Alam.

Demikian poin-poin yang terdapat dalam surat edaran waliKota Pagar Alam, maka dengan demikian pemerintah berharap masyarakat sadar akan bahaya covid-19 dengan mengikuti aturan protokol kesehatan.**(dj/hy).


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *