Kocar-Kacir Para Penyuling Minyak Ilegal Di Kecamatan Bahar Selatan-Muaro Jambi

Spread the love

Pengawal Kebijakan, Muaro Jambi – Tim Gabungan TNI-POLRI berhasil menutup 65 sumur minyak illegal, dan 167 kolam penampungan minyak mentah di dua titik, RT 04 Desa Bukit Subur dan di RT 16 Desa Nyogan Kecamatan Bahar Selatan. Kab.Muaro Jambi. hal  ini  membuat penyuling/penambang minyak kocar-kacir.

Dan memang beberapa bulan sebelum ini sebagian warga merasa tergangu.karna suara mesin penarik minyak yang beroperasi siang malam sehingga daerah itu sangat panas

Untuk diketahui, operasi untuk menindak illegal drilling ini didasarkan pada UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 52, yang berbunyi setiap orang yang melakukan eksplorasi dan atau eksploitasi tanpa mempunyai kontrak kerjasama, sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Kemudian UU Perlindungan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 pasal 103, yang isinya setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto yang langsung turun kelokasi pada 1/10/2020 Mengatakan ‘ Kegiatan ilegal drilling ini sangat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat karna limbah-limbah minyak. sehingga sangat merusak ekosistem tumbuhan di sekitarnya.tetapi sayangnya mereka yang melakukan pengeboran itu tidak ada di tempat.kapolres kabupaten muaro jambi berpesan kepada masyarakat sekitar agar kegiatan illegal drillig di stop, tuturnya.

Di Lokasi lahaan Adi di RT 16.Desa Nyogan,Tim Gabungan telah menemukan pondok pelaku, tungku penyullngaan, bak air dan kolam  penampungan minyak  illegal dan  di  lahan Aan  juga ditemukan 72 Drum minyak kosong sehingga dilakukan pembokaran dan barang bukti diamankan berupa 1 buah tungku penyulingan minyak illegal serta 72 drum kosong, tegasnya.

Masyarakat dan Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan (LP-K-P-K) Kab. Muaro Jambi menaruh harapan kepada pihak kepolisian dan TNI bahwa jangan hanya kalangan bawah yang di razia tetapi yang lebih di berantas adalah penadah / penampungnya yang harus di tangkap.**(R/D)

Reporter ; Yanura Hulu

Fhotografer :  Salatieli Gulo

Editor : H.Adil


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *