Cara Unik Panitia Mensukseskan Pemilihan Kepala Desa Buti Kec. Sambi Rampas. Kab. Manggarai Timur – Nusa Tenggara Timur

Pengawalkebijakan.id – Dalam rangka terciptanya pemilihan Kepala Desa yang aman dan tertib, Panitia sukses Pilkades Buti punya cara sendiri, yaitu membuka kesempatan kepada ke Lima calon kepala Desa ( Cakades ) Desa Buti periode, 2019 – 2024, untuk berkampanye fokus pada satu titik saja, sebagai awal memulainya masa kampanye.

Zakarias J. Helmin, selaku ketua Panitia  Pilkades Buti, Selasa , 23 / 10, menuturkan, kami dari Panitia sengaja membuka kesempatan kampanye perdana dan berorasi politik  kepada ke 5 calon  secara serempak, agar menciptakan ke akraban antara calon yang satu dengan calon yang lain, menciptakan rasa aman antara pendukung dari masing masing  calon, sekaligus agar masyarakat menilai langsung kemampuan dari ke Lima calon ini lewat visi – misi yang di paparkan mereka pada Hari ini.

Tepat pukul 10.00 Wita, di Kampung Pau, Dusun Golo Rakas Desa Buti, ke Lima calon Kades  sudah menduduki kursi yang sudah di siapkan Panitia. Terlihat masing masing calon memegang kertas lembaran dan bukan buku, sementara masa dari masing – masing calon terus memadati halaman Kampung Pau ini.

Foto 2. Pemilihan Kepala Desa Buti Kec. Sambi Rampas. Kab. Manggarai Timur – Nusa Tenggarai Timur

Acara di di buka secara resmi oleh ketua panitia, zakarias  J. Helmin, kemudian pemandu acara lansung  membacakan tata tertib ber kampanye dan berorasi sekaligus membacakan nama nama calon kades ( Cakades ) Buti,berdasarkan nomor urut pemilihan.

1. Martinus Kashadi ,S H

2. Eduardus sumaryanto, S S

3. Hendrikus Kalim

4. Alexius Baharudin

5. Paskalis I. Heriningsih (incamben )

Selanjut nya pengambilan nomor urut kampanye bagi ke Lima calon melalui sistem acak dan yang mendapat kesempatan orasi politik Pertama adalah calon nomor urut 2 , atas nama Eduardus Sumaryanto.

Dalam orasi Eduardus  menyuarakan akan membangun Air minum bersih, membangun infrastruktur yang merata baik dalam Desa maupun antar Desa , meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dalaam urusan apa saja,  transparansi dalam mengelolah keuangan Desa melalui musdus dan musrenbang Desa.

Usai kampanye dan orasi Politik dari Eduardus , kemudian masuk sesi tanya jawab dari visi – misi yang sudah di paparkan Eduardus. Langsung, Lima penanya Pertama, dari Panitia, setelah giliran Lima penanya dari Panitia selesai , giliran penanya dari ke Empat calon lain terkait visi – misi yang sudah di sampaikan oleh Eduardus, begitu trus selanjutnya, sampai nomor calon no urut 5, semua di berikan waktu dan kesempatan yang sama dan di perlakukan sama ole Panitia.

Situasi terlihat mengalahkan debat Pilkada saja.Dalam aturan kampanye. Setiap calon masing masing di berikan waktu lima menit untuk  berorasi , usai orasi setiap calon mendapatkan pertanyaan dari ke lima penanya.penanya Pertama dari pihak Panitia, setiap pertanyaan , calon kades berhasil menjawab dengan durasi dua menit saja begtu setersnya.

Setelah giliran lima penanya dari Panitia selesai, di lanjutkan dengan pertanyaan dari empat calon lain, dan di jawab dengan durasi waktu dua menit oleh kandidat tersebut.

Sesi ini benar benar menguji kemampuan intelektual dari ke lima calon kepala Desa di Buti ini.

Pemandu acara juga dengan suguhan kata kata yang terkesan menghidupkan suasana,menepis ketegangan para kalayak yang hadir menyaksikan acara, dan menciptakan suasana akrab di antara para pendukung yang hadir.

Aturan dari panitia pilkades sukses di Desa Buti ini berlaku untuk seluruh masyarakat dan para calon.

Untuk terhindar dari pergolakan antar pendukung  pada saat sesi tanya jawab, panitia tidak menginjinkan masa atau masyarakat yang hadir untuk bertanya dan cukup diwakilkan kepada panitia yang bertanya, dan ini sudah tertuang dalam aturan kampanye.

Mama Ajong salah satu nenek tua yang hadir pada acara kampanye itu, menuturkan, “ Semoga saja tidak ada masalah nanti sampai hari pencoblosan karena kami semua keluarga. Dan Harapan dari saya, semua yang mereka sampaikan terutama air dan listrik itu bisa di realisasikan.Kami orang tua ini sudah tidak mampu angkut Air minum, terlalu jauh”. Pungkas sang nenek  yang tidak mau disebutkan namanya. (r/d –wensislaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *